APPIK, Lindungi Pembudidaya Ikan Saat Bencana Alam


Pertanianku — Usaha sektor perikanan budidaya dipandang sebagai usaha yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam. Selain itu, serangan hama dan penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan produksi bahkan gagal panen sehingga pendapatan pembudidaya ikan menurun. Oleh karena itu, pembudidaya ikan membutuhkan perlindungan untuk menghindari hal tersebut.

pembudidaya ikan
Foto: Google Image

Bencana alam dapat menyebabkan pembudidaya ikan menderita kerugian yang cukup besar sehingga untuk usaha berikutnya tidak mempunyai modal lagi. Bahkan, bagi pembudidaya yang meminjam kredit bisa menyebabkan timbulnya kredit macet.

“Bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, seperti Tsunami Palu dan Tsunami Selat Sunda, harus menjadi pembelajaran tentang pentingnya asuransi bagi pembudidaya ikan, karena potensi bencana alam akan dapat menyebabkan kerugian baik sarana maupun prasarana budidaya,” papar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto seperti dilansir Jitu News, Senin (31/12/2018) lalu.

“Saat Tsunami Selat Sunda saja, sebagian usaha perikanan budidaya di sana mengalami kerusakan yang cukup parah, di antaranya kerusakan kolam, tambak, sarana perbenihan dan kematian ikan massal, sehingga harus disadari perikanan budidaya secara cepat atau lambat tidak terlepas dari pengaruh kondisi alam,” tambahnya.

Keseriusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengatasi kerugian usaha budidaya yang diakibatkan oleh bencana alam dilakukan melalui Program Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK).

Lanjut Slamet, APPIK ini merupakan langkah konkret dari komitmen KKP untuk melindungi pembudidaya ikan kecil agar mereka semakin berdaya dan mampu bangkit saat menghadapi kegagalan produksi akibat bencana alam ataupun penyakit.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Petani Sukabumi Tanam Semangka dan Blewah