Asal-usul Kolam Tanah yang Sering Digunakan Budidaya

Pertanianku— Saat ini ada banyak jenis kolam atau wadah pemeliharaan yang sering digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Mulai dari kolam tanah yang paling sederhana dan murah hingga kolam beton. Tahukah Anda, pada mulanya kolam tanah dibuat bukan untuk budidaya, melainkan konon hanya digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan dari alam. Kegiatan tersebut berlangsung saat budidaya ikan belum berkembang seperti sekarang.

kolam tanah
foto: Pertanianku

Pada awalnya, ikan-ikan tersebut dipelihara hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk dijual. Itu sebabnya hasil yang didapatkan tidak begitu banyak. Semakin berkembangnya jumlah penduduk, jumlah ikan yang dibutuhkan sebagai bahan pangan semakin meningkat. Kondisi ini mulai menyebabkan teknologi budidaya ikan terus berkembang dengan memanfaatkan berbagai wadah.

Kolam tanah memiliki satu bagian utama, yakni pematang. Bagian ini berfungsi sebagai penahan air. Pintu pemasukan, pintu pembuangan, pelataran, kemalir, dan kobakan menjadi bagian lainnya. Pintu pemasukan dan pembuangan berfungsi sebagai jalan keluar-masuk air (mengalirkan dan mengeluarkan air).

Adapun pelataran untuk menumbuhkan pakan alami. Sementara itu, kemalir dan kobakan untuk memudahkan proses pengeringan dan panen.

Kolam ini cukup mudah dibuat dan modalnya pun tidak begitu besar. Selain itu, pertumbuhan pakan alami di jenis kolam ini lebih terjamin. Keberadaan pakan alami menunjang daya tahan hidup ikan menjadi lebih tinggi sehingga ikan tidak mudah stres.

Namun, pada dasarnya, setiap kolam memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pun dengan kolam tanah. Kolam ini sangat rawan bocor, apalagi jika dibangun di atas tanah yang tidak cocok. Bagian dinding dan dasar kolam yang terbuat dari tanah rawan longsor dan terkikis air, terlebih ketika curah hujan sedang tinggi.

Baca Juga:  Budidaya Udang Vaname Superintensif, Panen Dua Kali Lipat

Untuk mencegah kebocoran atau dinding terkikis, Anda harus melakukan penambalan lubang dan mengangkat endapan tanah.

Kolam tanah juga cukup sulit dikeringkan karena letaknya yang rendah sehingga sirkulasi air tidak berjalan terlalu lancar.

Ikan yang berada di dalam kolam tanah cenderung rawan diserang oleh predator alami, seperti ikan, katak, ulat, linsang, dan burung.