Asiknya Bertanam dan Panen Sayur di Teras Rumah


Pertanianku — Tren bertanam dan panen sayur di teras rumah mulai marak di lingkungan perkotaan. Kehadiran tren ini didukung oleh berbagai hal.

panen sayur
Google Image

Munculnya berbagai komunitas yang mengusung visi go green, semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Terutama, kebutuhan konsumsi sayur dan buah-buahan yang sehat.

Rumah-rumah di perkotaan yang awalnya mayoritas dihiasi dengan aneka jenis tanaman hias, saat ini banyak dimanfaatkan untuk budidaya aneka jenis sayuran. Hasil budidayanya bisa dikonsumsi sendiri, dibagikan kepada tetangga dan saudara, ataupun dijual.

Setidaknya terdapat empat jenis teknik bertanam yang dapat dilakukan  di rumah, mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan instalasi agak rumit seperti berikut ini.

  1. Bertanam di polybag dan pot

Cara bertanam pertama yang bisa dilakukan di rumah ialah bertanam menggunakan polybag dan pot. Teknik bertanam ini murah, mudah, dan sederhana. Aneka jenis sayuran, baik sayuran daun maupun sayuran buah dapat ditanam menggunakan polybag dan pot.

Penempatannya bisa di berbagai tempat, baik di halaman depan atau belakang rumah, di lantai dua, di teras rumah, hingga di atas parit yang ada di depan rumah. Penempatan polybag atau pot dapat diatur sedemikian rupa agar tercipta keindahan untuk dilihat. Lokasi yang dipilih harus terkena sinar matahari agar baik pertumbuhannya.

  1. Vertikultur

Sistem bertanam selanjutnya ialah vertikultur yang hampir sama dengan penanaman di polybag dan pot. Vertikultur termasuk sistem bertanam yang sederhana.

Vertikultur pada penanaman di rumah dapat diaplikasikan di banyak tempat seperti halaman depan, halaman belakang, sepanjang tembok pagar, atau di dak lantai dua rumah Anda.

Sistem ini cocok diaplikasikan untuk produksi anekaa jenis sayuran menggunakan bahan-bahan murah dan mudah didapatkan. Vertikultur cocok untuk budidaya sayuran yang hasilnya akan dipasarkan atau untuk dikonsumsi sendiri.

  1. Hidroponik
Baca Juga:  Langkah Mudah dan Cermat Budidaya Tanaman Kopi

Sistem yang sedang hits dan naik daun ini memang memiliki berbagai kelebihan bagi masyarakat perkotaan. Budidaya hidroponik lebih bersih karena tidak menggunakan tanah. Selain itu, instalasi hidroponik juga menarik sehingga penampilannya keren.

Sistem hidroponik dapat memberikan hasil budidaya yang sangat berkualitas, baik itu dari sisi ukuran, tampilan maupun cita rasa sayurannya. Karena itu, harga jual sayuran hidroponik lebih tinggi dibanding sayuran biasa atau yang ditanam secara konvensional.

Sama seperti vertikultur, hidroponik bisa ditempatkan di berbagai lokasi yang ada di rumah. Misalnya saja di halaman, di dak lantai dua, di atas garasi mobil, atau di sepanjang pagar rumah Anda. Tentunya peletakan disesuaikan dengan sistem hidroponik yang digunakan.

  1. Akuaponik

Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem budidaya ikan di kolam dan budidaya sayuran secara hidroponik. Dengan demikian, hasil panen yang diperoleh ialah ikan dan sayur.

Kelebihan lain konsep akuaponik adalah air kolam senantiasa baik tanpa menguras kolam secara rutin. Selain itu, sayuran tumbuh dengan baik tanpa pemberian pupuk secara rutin.

Konsep utama dari sistem ini adalah menjaga kondisi air kolam yang berisi ikan agar senantiasa baik. Dan, mengefisiensikan budidaya sayuran tanpa pemberian pupuk serta nutrisi secara rutin.

Unit akuaponik dapat diletakkan di bagian rumah yang cukup luas karena menggunakan kolam. Tempat itu bisa di halaman ataupun dak lantai dua rumah Anda.

loading...
loading...