Astaga! Pakan Ternak Ini Bagus Juga Dikonsumsi Manusia


Pertanianku – Bekatul, pasti Anda mengenalnya sebagai pakan untuk hewan ternak bukan? Bekatul sendiri terbuat dari sisa penumbukan padi. Namun, tahukah Anda jika bekatul tak hanya dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak. Kini, bekatul juga bisa dikonsumsi manusia. Benarkah demikian?

Kandungan gizi dalam bekatul terdiri atas vitamin A, B1, B2, B3, B12, vitamin E, biotin, inositol, piridoksin, kolin, asam pantotenat, asam folat, dan asam aminobenzoat.

Masyarakat pedesaan pada zaman dahulu menggunakan lesung untuk menumbuk padi sehingga bekatulnya masih menempel di bulir beras. Nasi yang masih terdapat kandungan bekatul tersebut mereka konsumsi setiap hari. Jadi, tidak heran kalau orang desa zaman dahulu tahan terhadap berbagai penyakit.

“Serat yang terkandung di bekatul itu tinggi. Jika kita mengonsumsi serat, itu bisa membantu menghambat penyerapan gula dan lemak,” terang Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, konsultan gizi MRCCC Siloam Hospital.

Selain itu, bekatul juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki sifat antikanker. Sayang, tak banyak masyarakat yang tahu sehingga sering hanya dijadikan pakan ternak. Sebagian besar masyarakat menyamakan bekatul dengan dedak. Padahal, bekatul dan dedak itu berbeda.

Dedak adalah limbah penggilingan atau penumbukan padi yang pertama. Sementara, bekatul adalah sisa penumbukan atau penggilingan padi kedua. Saat padi digiling, kulit padi yang biasa kita kenal dengan gabah akan terpisah dari bulirnya. Butiran nasi yang biasa kita makan disebut endosperma beras.

Bekatul adalah lapisan yang melapisi endosperma. Bubuk bekatul ini umumnya berwarna cokelat muda dan memiliki rasa agak manis.

“Gamma oryzanol dalam bekatul sangat tinggi yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan menstabilkan kolesterol. Serat yang tinggi di dalamnya juga memberi rasa kenyang lebih lama,” ujar Samuel.

Baca Juga:  Ini Risiko Menyimpan Telur di Lemari Es
loading...
loading...