Atasi Asam Urat dengan Buah Adas

Pertanianku — Buah adas yang sudah masak akan mengeluarkan bau aromatik, sedikit manis, pedas, dan bersifat hangat. Rempah ini berkhasiat untuk menghilangkan dingin, antiradang, antispasmodik, penghilang nyeri, peluruh kencing, menormalkan fungsi lambung, antibakteri, meningkatkan nafsu makan, peluruh dahak, peluruh kentut, dan merangsang ASI. Buah adas juga dapat digunakan untuk pengobatan rematik gout dan mengurangi rasa sakit akibat batu ginjal dan membantu melarutkannya.

buah adas
foto: Pixabay

Untuk mengatasi asam urat, siapkan buah adas kering sebanyak 3–9 gram. Selanjutnya, rebus adas dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Selain itu, Anda juga bisa menggiling adas hingga halus, lalu diseduh dengan air mendidih. Air rebusan atau seduhan dapat langsung diminum selagi masih hangat. Pengobatan dapat dilakukan sebanyak 1–2 kali sehari hingga pulih.

Adas mengandung minyak atsiri sebanyak 1–6 persen, anetol 50–60 persen, fenkon lebih kurang 20 persen, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12 persen minyak lemak. Selain itu, adas juga dapat digunakan sebagai sumber vitamin A, kalsium, fosfor, dan kalium.

Di dalamnya terdapat anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas, berkhasiat karminatif, dan antispasmodik.

Namun, adas tergolong sedikit toksik sehingga dosis yang digunakan tidak boleh berlebihan. Seseorang yang habis mengonsumsi adas kemungkinan besar akan sering kentut dan bersendawa. Sementara itu, ibu hamil dilarang meminum rebusan adas.

Buah adas juga bermanfaat untuk mengobati nyeri ulu hati yang disertai mual, muntah, diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, batuk berdahak, sesak napas, gangguan haid seperti nyeri haid, air susu ibu (ASI) sedikit, putih telur dalam urine (proteinuria), susah tidur, buah zakar turun, nyeri pada hernia scrotalis disertai tungkai dingin, pembengkakan saluran sperma, terdapat cairan di dalam kantung buah zakar, serta keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Baca Juga:  Khasiat Propolis di Masa Pandemi Covid-19