Atasi Busuk Batang Pangkal Lada dengan Urine Kelinci

Pertanianku — Busuk yang terjadi pada pangkal batang lada sering ditandai dengan perubahan warna pada bagian pangkal batang dari hijau menjadi kehitaman. Penyakit busuk batang pangkal lada tidak bisa diatasi dengan pestisida apa pun sehingga penyakit harus dikendalikan dengan penyemprotan pupuk hayati di seluruh tanaman, terutama di bagian batang dan sistem perkaran. Salah satu bahan yang digunakan untuk pupuk hayati adalah urine kelinci.

busuk pangkal batang lada
foto: Pertanianku

Pupuk hayati terbuat dari 20 liter urine kelinci, 2 botol kecil fermentasi, dan gula merah sebanyak 5 persen dari volume urine. Seluruh bahan tersebut dicampur ke dalam jerigen plastik yang tertutup rapat dan sudah terhubung dengan selang untuk membuang gas hasil fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 15 hari. Setelah itu, larutan pupuk sudah siap digunakan.

Larutan pupuk hayati perlu diencerkan terlebih dahulu dengan air sebelum diaplikasikan ke tanaman. Untuk 1–1,5 gelas atau 250 ml pupuk biang, dilarutkan dengan 15 liter air, kemudian aduk hingga rata. Selanjutnya, pupuk sudah bisa Anda semprotkan ke tanaman.

Pupuk diberikan dengan interval penyemprotan 14 hari dan frekuensi pemberian sebanyak 2 kali. Setelah penyemprotan kedua, tanaman akan mengalami perbaikan. Tunas baru akan muncul di pucuk tanaman menggantikan tunas yang semula kering. Batang yang berwarna hitam mengalami perubahan warna menjadi hijau kembali. Tanaman dapat sembuh total setelah penyemprotan selama dua bulan.

Busuk pangkal batang lada disebabkan oleh cendawan Phytophthora capsica. Cendawan tersebut berasal dari pupuk kandang yang biasanya diberikan untuk memacu produksi buah, tetapi pupuk tersebut belum terfermentasi dengan sempurna.

Larutan pupuk hayati berbahan urine kelinci juga bisa dimanfaatkan untuk memfermentasikan pupuk kandang. Caranya cukup mudah. Segelas biang pupuk hayati dilarutkan ke dalam 25 liter air, lalu masukkan pupuk kandang ke plastik berkapasitas 20 kg hingga terisi setengah kemudian siramkan larutan pupuk hayati yang sudah diencerkan. Selanjutnya, tambahkan lagi pupuk kandang hingga plastik terisi penuh dan siram kembali dengan pupuk hayati sebelum plastik ditutup.

Baca Juga:  Produksi Cabai Meningkat dengan Proliga