Atasi Sakit Kepala dengan Vanili

Pertanianku — Vanili biasanya digunakan sebagai bumbu masakan atau bahan campuran untuk membuat kue. Tanaman ini dapat menambahkan cita rasa serta aroma pada masakan sehingga lebih harum. Perannya terbilang cukup penting untuk membuat berbagai hidangan manis, tetapi rupanya rempah ini juga bisa berperan penting sebagai obat herbal. Vanili dapat mengobati sakit kepala.

sakit kepala
foto: Pixabay

Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah buahnya. Buah vanili mengandung protein, gula, serat, vanillin, resin, dan asam vanillic. Cara penggunaannya cukup mudah, Anda hanya perlu menyediakan 5 gram buah vanili kering.

Ramuan sakit kepala bisa dibuat dengan cara memotong-motong buah vanili kering lalu rendam di dalam satu gelas air matang panas. Diamkan hingga dingin, kemudian saring. Hasil saringan air tersebut diminum untuk menghilangkan sakit kepala.

Vanili pertama kali dikenalkan oleh orang-orang Indian di Meksiko. Konon, Meksiko menjadi daerah asal rempah-rempah ini. Setelah itu, vanili mulai menyebar ke berbagai belahan dunia, perbanyakannya dilakukan melalui setek batang.

Di daerah asalnya, rempah ini berbuah dengan bantuan serangga yang membantu penyerbukan. Pada awalnya buah berwarna hijau muda, kemudian semakin lama warnanya berubah menjadi hijau tua disertai dengan garis-garis kuning. Buah yang sudah masak akan berwarna cokelat tua. Bila dibiarkan di pohon, buah akan pecah terbagi menjadi dua bagian dan menyebarkan aroma vanili.

Tanaman vanili dapat tumbuh hingga setinggi 10–15 m, batang silindris, daun berselingan tebal, dan perbungaannya muncul dari ketiak daun. Buah vanili tumbuh menggantung berbentuk kapsul silindris pipih dan akan terbuka membujur ketika matang. Biji tanaman ini sangat banyak, bulat, berdiameter 0,4 mm berwarna hitam.

Sampai saat ini belum ada literatur yang membahas terkait kontraindikasi ataupun efek samping dari konsumsi buah vanili. Untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan, sebaiknya jangan mengonsumsi vanili secara berlebihan. Selain itu, wanita yang sedang hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi ini. Bagi anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi dalam dosis yang berlebihan sebelum berkonsultasi dengan herbalis atau dokter.

Baca Juga:  Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Gula Nasional