Austrade dan Kedubes Jerman Gelar Paparan Inovasi Pangan dan Pertanian


Pertanianku.com – Komisi Perdagangan dan Investasi Australia (Austrade) dan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta menggelar acara Paparan Inovasi Pangan dan Pertanian di Hotel The Hermitage, Menteng, Jakarta (18/5). Seperti yang diketahui dua lembaga ini mempererat kerja sama dalam bidang logistik, pendanaan, dan berbagai layanan pertanian bernilai tambah. Hal ini bertujuan menghubungkan para petani, perusahaan, dan produsen makanan dari Australia dan Indonesia yang berminat untuk menerapkan solusi inovatif dan terdepan bagi persoalan rantai produksi, mulai dari perkebunan ke pabrik hingga distributor.

Dunia bisnis dalam bidang pertanian saat ini semakin berkembang. Hal ini didorong dengan adanya permintaan konsumen pada hasil produksi berkualitas tinggi, tepat waktu, sekaligus ramah lingkungan. Produktivitas yang tinggi juga menuntut adanya perbaikan dalam sarana penyimpanan dan logistik. Ditambah pula dengan keseriusan pemerintah dalam menggerakkan ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.

Paparan Inovasi Pangan dan Pertanian ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama akan memaparkan teknologi terbaru dari Australia dan Jerman di bidang pemantauan kelembapan tanah, teknologi dan peralatan irigasi dripline, sistem perawatan sterilisasi pangan segar tanpa bahan kimia,  sarana pengeringan rumah kaca menggunakan solar, dan teknologi kemasan.

Sesi kedua adalah sesi diskusi para pelaku agribisnis di Indonesia. Diskusi ini akan mencermati berbagai peluang dan tantangan para pengusaha pertanian Indonesia dalam hal pendanaan awal, peluang investasi, dan penerapan komersialisasi.
“Hari ini kami pertama kali menjadi tuan rumah workshop agripreneur di Indonesia, siang ini yang akan membahas berbagai peluang dan tantangan para pengusaha pertanian Indonesia,” tutur Dr.  Matthew Durban, Trade and Investment Commissioner Austrade.

Kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari simposium inovasi pertanian Austrade dan Kedubes Jerman di Jakarta pada 2016 bersama dengan lembaga riset CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) yang menyoroti tantangan dan pengembangan bisnis pertanian di Indonesia.

Baca Juga:  Kualitas Air Karangasem Bali Menurun, Dampak Letusan Gunung Agung
loading...
loading...