Bagaimana sih Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta?


Pertanianku – Saat ini jumlah penikmat kopi di dunia semakin meningkat. Banyak orang tak akan melewatkan kopi di pagi hari sebelum beraktivitas.

Foto: pixabay

Bagi Anda penikmat kopi, tahukah Anda cara membedakan kopi arabika dan robusta?

Cara membedakannya cukup sederhana. Cita rasa kopi sebenarnya ditentukan banyak hal, mulai dari jenis varietas, lokasi penanamannya, lingkungan sekitarnya, serta pengolahan biji. Meski berjenis sama, rasa kopi gayo dengan toraja misalnya, memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

Kopi sendiri memiliki jenis beragam, yakni arabika, robusta, liberica hingga excelsa. Dari banyaknya varietas kopi yang beragam, arabika dan robusta adalah varietas terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan, digunakan banyak kedai kopi di Indonesia.

Sebagai penikmat kopi, pasti tak banyak orang yang mengetahui karakteristik dari kedua varietas kopi tersebut bukan?

Sebagaimana dilansir dari Kompas (13/9), Iwan Setiawan, pemenang Indonesian Latte Art Championship (ILAC) 2014 dan 2015 mengungkapkan perbedaan karakteristik kedua varietas kopi tersebut.

Kopi arabica, kata Iwan, memiliki bentuk biji lebih panjang. Kandungan kafein kopi arabika juga lebih rendah, yakni 0,8—1,4% sehingga tidak terlalu pahit, tetapi memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi.

Kopi arabika hanya tumbuh dengan baik bila ditanam di dataran tinggi, antara 1.000 meter hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu di lokasi penanaman pun sebaiknya berkisar antara 14—24°C.

Jika dilihat pada proses penanamannya, kopi arabika membutuhkan perawatan lebih intensif karena varietas ini lebih rentan terkena penyakit karat daun terutama jika ditanam di dataran rendah. Selain itu, jumlah biji kopinya dalam setiap panen juga tidak sebanyak kopi robusta.

Kebanyakan kopi arabika memiliki aroma yang wangi seperti buah-buahan atau bunga-bungaan. Beberapa disertai aroma kacang-kacangan. Rasanya pun lebih halus dan penuh. Tak heran harganya juga jauh lebih mahal dibanding jenis kopi lain.

Baca Juga:  Konsumsi Kopi Bisa Bikin Langsing, Kok Bisa?

Jenis-jenis kopi arabica yang populer di Indonesia adalah kopi gayo, toraja, wamena, beberapa kopi bali dan flores, serta yang sekarang banyak bermunculan adalah kopi-kopi arabika dari dataran tinggi di Pulau Jawa seperti di Jawa Barat dan Banyuwangi di daerah Gunung Raung.

Kopi arabika dulu banyak dikembangkan di Brasil dan Etiopia, tetapi kini di berbagai belahan dunia, orang menanam dan mengembangkannya. Tak heran produksinya lebih banyak, yakni lebih dari 70% pasar kopi dunia.

loading...
loading...