Bahan Pakan Sumber Energi untuk Ayam

Pertanianku — Energi dibutuhkan di dalam pakan ayam sebanyak 25–60 persen dari total pakan. Energi berfungsi sebagai sumber tenaga bagi ternak. Ayam yang mengalami kekurangan energi akan mengubah kandungan lain seperti lemak dan protein menjadi energi. Kondisi ini akan menyebabkan ketidakseimbangan yang bisa berdampak pada pertumbuhan. Bahan pakan ayam sebagai sumber energi terbilang cukup banyak, seperti jagung, ubi kayu, sagu, kedelai, dedak atau bekatul, dan bungkil kelapa.

pakan ayam
foto: pixabay

Jagung

Jagung sudah terkenal sebagai sumber energi yang sering dimanfaatkan sebagai bahan penyusun pakan ayam. Pada pakan ayam ras petelur, biasanya jagung digunakan sebanyak 30–45 persen. Sementara itu, untuk pakan ayam ras pedaging digunakan sebanyak 40–60 persen. Adapun untuk ayam kampung dibutuhkan sebanyak 40–45 persen.

Namun, jagung sebetulnya memiliki kekurangan berupa kandungan protein dan asam amino lisin. Terdapat tiga jenis jagung yang bisa digunakan sebagai bahan campuran pakan, yakni jagung kuning, putih, dan merah.

Dedak

Dedak tidak begitu sulit dicari di Indonesia. Namun, karena kandungan serat kasarnya sangat tinggi dibanding jagung kuning, dedak tidak bisa digunakan secara berlebihan dalam pakan. Kandungan serat kasar dedak sebesar 13 persen atau enam kali lebih besar dibanding kandungan serat kasar jagung kuning. Kebanyakan unggas tidak mampu mencerna serat kasar lebih dari 4 persen.

Pada pakan ayam ras petelur dan broiler, penggunaan dedak maksimal 20 persen. Sementara itu, pada ayam kampung, penggunaan dedak berkisar 5–30%. Bila kualitasnya terjamin, dedak bisa digunakan hingga 40 persen.

Ubi kayu

Ubi kayu alias singkong banyak tersedia di sekitar rumah di pedesaan. Bahkan, di daerah perkotaan pun bahan ini mudah didapat. Oleh karena itu, ubi kayu biasa diberikan pula sebagai bahan makanan ayam kampung.

Baca Juga:  Jurus Mencegah Penularan Penyakit di Kandang Ayam

Namun, ubi kayu yang diberikan sebaiknya yang sudah diolah. Jadi, bukan merupakan ubi mentah. Hal ini karena ubi kayu mengandung HCN yang berbahaya untuk ayam. Kandungan tersebut dapat berkurang bila ubi kayu diolah dengan cara direbus. Namun, biasanya peternak ayam memberikannya dalam bentuk tepung.