Bahan Pengawet yang Aman untuk Produk Olahan makanan

Pertanianku— Sesuai dengan namanya, bahan pengawet digunakan untuk mengawetkan produk makanan agar bahan pangan bebas dari kehidupan mikroba yang bersifat pathogen dan yang menyebabkan kerusakaan pada bahan pangan. Pengawet bertugas menjaga dan mempertahankan kualitas sehingga bahan pangan memiliki umur simpan yang lebih lama.

bahan pengawet
foto: PIxabay

Ada dua jenis bahan pengawet yang dapat digunakan untuk produk makanan, yakni pengawet anorganik dan pengawet organik. Pengawet anorganik yang sering digunakan adalah sulfi dalam bentuk gas SO2, garam Na dan K sulfit, bisulfit, dan metabisulfite. Sementara itu, pengawet organik yang biasa digunakan sebagai berikut.

Belerang dioksida

Pengawet belerang dioksida sering digunakan untuk acar mentimun dengan batas maksimum 50 mg/kg, tomat dengan batas maksimum 20 mg/kg, gula biasa dan vinegar dengan batas maksimum 70 mg/kg, sirop dengan batas maksimum 200 mg/kg, pekatan sari buah dan pasta dengan batas maksimum 350 mg/kg, serta selai, jelly, dan marmalade dengan batas maksimum 100 mg/kg. Belerang dioksida juga bisa digunakan untuk mengawetkan minuman ringan.

Kalium bisulfit dan Na bisulfit

Pengawet Kalium bisulfit dan Na bisulfit sering digunakan untuk mengawetkan kentang goreng dengan batas maksimum 50 mg/kg, pekatan sari nanas dengan batas maksimun 500 mg/kg, dan kentang beku.

Kalium metabisulfit

Produk kentang goreng juga dan kentang beku juga bisa diawetkan dengan kalium metabisulfit dengan batas maksimum yang sama, yakni 50 mg/kg.

Asam benzoate

Asam benzoate biasa digunakan untuk mengawetkan kecap dan minuman ringan dengan batas maksimum 600 mg/kg. Pengawet ini juga dapat digunakan untuk mengawetkan acar botol, pekatan sari nanas, saus tomat, dan pangan lain dengan batas maksimum 1 gram/kg.

Kalium benzoate

Kalium benzoate bisa digunakan untuk mengawetkan apricot kering dengan batas maksimum 500 mg/kg. Kalium benzoate juga digunakan untuk mengawetkan pekatan sari nanas, selai, jelly, sirop, saus tomat, dan pangan lain dengan batas maksimum 1 gram/kg.

Baca Juga:  Kotoran Sapi Sumber Pendapatan Tambahan Bagi Peternak

Kalium sorbat

Kalium sorbat dapat digunakan untuk mengawetkan apricot kering dan marmalade dengan batas maksimum 500 mg/kg. Sementara itu, untuk mengawetkan acar mentimun, selai, jelly, dan pekatan nanas, batas maksimum yang dapat digunakan sekitar 1 gram/kg.

Natrium benzoate

Produk pengawet ini bisa digunakan untuk mengawetkan selai, jelly, saus tomat, dan pangan lain dengan batas maksimum 1 gram/kg. Natrium benzoate juga dapat digunakan untuk mengawetkan kecap dan minuman ringan dengan batas maksimum 600 mg/kg.