Balitbangtan Ciptakan Mesin Penyimpan Cabai agar Tahan Lama

Pertanianku — Cabai adalah salah satu komoditas yang bisa menyebabkan inflasi, terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 karena mudah mengalami busuk. Padahal, rantai pemasaran cabai terbilang panjang, setidaknya membutuhkan lima stakeholder untuk menyalurkan cabai dari petani ke konsumen. Berkaca dari permasalahan tersebut. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) membuat mesin penyimpan cabai.

mesin penyimpanan cabai
foto: pertanianku

Mesin penyimpanan cabai tersebut dapat memperpanjang daya simpan cabai. Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB Pascapanen) sudah mengembangkan proses penyimpanan dengan biaya operasional yang rendah di tingkat petani.

Menurut Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Samsuri, mesin penyimpan cabai tersebut diberi nama sistem CAS atau Controlled Atmosphere Storage. Mesin tersebut bisa menyimpan cabai sebanyak 2—3 ton dengan umur simpan selama 3—4 minggu. BB Pascapanen juga menyediakan sistem CAS mini yang berkapasitas lebih rendah, yakni 20 kg.

Loading...

“Mesin ini mengontrol suhu di dalam kabin penyimpanan pada suhu 7°C sehingga mampu memperlambat proses pembusukan,” tutur Prayudi seperti dikutip dari laman litbang. pertanian.go.id.

Prayudi menjelaskan, generasi pertama dari mesin penyimpanan ini masih menggunakan aliran gas manual yang harus diatur setiap hari dengan kapasitas 20 kg. Generasi pertama tersebut bisa memperpanjang masa simpan cabai keriting hingga 4—5 minggu dengan tingkat kerusakan yang minimal.

Selain mengatur suhu, mesin tersebut juga mengontrol beberapa unsur penting seperti kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam mesin CAS.

Kekurangan dari generasi pertama adalah kapasitas yang kecil serta pengaturan gasnya masih manual dengan tingkat pemakaian yang terbilang boros. BB Pascapanen pun mengembangkan lebih lanjut mesin penyimpanan tersebut dengan sistem CAS otomatis.

Di generasi selanjutnya, mesin tersebut sudah menggunakan pengaturan gas otomatis, menggunakan aliran gas tabung, kapasitasnya lebih besar 20 kg dari generasi pertama, dan dikombinasikan dengan teknologi MAS (Modified Atmosphere Storege).

Baca Juga:  Hama Pohon Jagung yang Kerap Meresahkan Petani

“Pengaturan gas, monitoring karbon dioksida dan oksigen pada CAS otomatis dilakukan oleh sistem. Konsumsi gas pun lebih irit dan tingkat presisi karbon dioksida dan oksigen termonitor pun sudah jauh lebih baik dari generasi sebelumnya,” jelas Prayudi.

Saat ini, Balitbangtan sudah memiliki generasi ketiga dari mesin penyimpanan cabai yang diberi nama CAS midi system. Kelebihannya adalah kapasitas yang besar, tidak menggunakan gas tabung atau elpiji, tetapi menggunakan generator yang lebih murah.

Loading...
Loading...