Balitbangtan Kembali Merilis Varietas Unggul Kopi Baru Kobura

Pertanianku— Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian telah merilis varietas unggul baru kopi kobura robusta klon Kobura 1, Kobura 2, dan Kobura 3. Nama Kobura sendiri merupakan singkatan dari Kopi Robusta Ranau.

kopi kobura
foto: Pertanianku

Varietas Kobura merupakan hasil kerja sama perakitan antara Dinas Perkebunan Sumatera Selatan dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) sejak 2017.

Tim peneliti pemulia Kobura dari Balittri diketuai oleh Ilham Wicaksono, Sp., Mp., Ir. Enny Randriani, Dr. Meynarti SDI, dan Dani M.Sc. Dilansir dari litbang.pertanian.go.id, para peneliti berharap dengan dilepasnya tiga klon kopi robusta lokal OKU Selatan dapat menjadi salah satu bukti nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani, baik di Sumatera Selatan maupun di seluruh daerah yang adaptif terhadap robusta.

Varietas Kobura telah lulus sidang pelepasan varietas pada 28 April 2021. Varietas tersebut dinilai berpotensi sebagai sumber benih unggul bermutu dan mendukung program peremajaan kopi di daerah OKU Selatan dan daerah lain yang memiliki kondisi serupa.

Varietas ini memiliki beberapa keunggulan, seperti karakteristik cita rasa dengan kategori fine robusta atau sangat baik. Selain itu, produktivitas varietas unggulan ini terbilang tinggi, yakni sebesar 2,09—2,76 ton/hektare biji kering untuk Kobura 1, 1,32—1,83 ton/hektare biji Kobura 2, dan 1,54—1,90 ton/hektare untuk Kobura 3.

Saat ini varietas unggulan tersebut sudah dikembangkan di kawasan Banding Agung OKU Selatan dan tersebar di beberapa kebun masyarakat berupa bahan tanam klonal cabang plagiotrof sebagai bahan tanaman rehabilitasi.

Dilansir dari disbun.sumselprov.go.id, Kepala Dinas Perkebunan provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si. mengapresiasi capaian dalam pengembangan varietas kopi Sumatera Selatan sebagai varietas unggul baru. Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan akan berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten dalam rancangan pembangunan kebun entres sebagai tindak lanjut dari pelepasan varietas Kobura.

Baca Juga:  Teknologi BPRL Sukses Tingkatkan Hasil Petani di Cirebon