Balitbangtan Kembangkan Tanaman Aquascape Buchepalandra

Pertanianku — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan tanaman buchepalandra, tanaman yang sering digunakan untuk aquascape. Tanaman ini bernilai jual tinggi di pasaran.

buchepalandra
foto: pixabay

Pengembangan yang dilakukan adalah memperbanyak benih secara kultur jaringan (in vitro) yang dilakukan di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor, Jawa Barat.

Kepala Balitbangtan, Dr.  Fadjry Djufry, mengatakan bahwa buchepalandra merupakan tanaman endemik Kalimantan yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Di Amerika, para aquascaper (para pelaku aquascape) harus membeli tanaman ini dengan harga USD 7 untuk satu rumpun kecil.

Loading...

“Di Indonesia masih banyak yang belum tahu, sementara di luar negeri sudah banyak yang memanfaatkannya,” kata Fadjry seperti dikutip dari laman litbang.pertanian.go.id.

Melihat tingginya permintaan tanaman tersebut, Fadjry menilai perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan harus dilakukan untuk memenuhi seluruh permintaan yang ada.

Namun, Fadjry menegaskan pendistribusian buchepalandra harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti eksplotasi berlebihan yang bisa menyebabkan gangguan pada ekosistem aslinya. Tanaman ini merupakan plasma nutfah kekayaan Indonesia yang harus dilindungi.

Peneliti Balitbangtan, Dr. Rossa Yunita, menjelaskan tanaman buchepalandra memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga sulit dibudidayakan oleh petani tanaman air. Oleh karena itu, Balitbangtan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2016—2018 lalu sudah menerapkan teknologi kultur jaringan untuk memperbanyak komoditas tersebut.

“Kita sebagai lembaga peneltian memiliki kewajiban untuk menemukan dan mengaplikasikan teknologi yang dapat diaplikasikan langsung oleh petani, sehingga mereka tidak lagi mengeksploitasi alam yang dapat merusak keragaman genetik kita,” papar Rossa.

Rossa juga menjelaskan, tanaman buchepalandra sendiri memiliki variasi yang sangat tinggi. Saat ini sudah terdeteksi ada 30 spesies yang tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Oleh karena itu, tanaman ini harus segera dilepas sebagai varietas lokal.

Baca Juga:  Kementan Resmi Bekerja Sama dengan Bukalapak

“Jadi kedepan kita akan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah terkait untuk melakukan pelepasan sehingga buchepalandra ini menjadi identitas daerah tersebut,” kata Rossa.

 

Loading...
Loading...