Balitbangtan Kontrol Harga Bawang dan Cabai


Pertanianku – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian merekomendasikan sentra produksi bawang dan cabai ke daerah-daerah selain Brebes, Cirebon, dan Nganjuk, ke daerah baru seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bali. Daerah-daerah tersebut dinilai cukup memiliki potensi sebagai sentra produksi baru.

Balitbangtan Mengontrol Harga Bawang dan Cabai
kemendag

Data dari Kementerian Pertanian seperti yang dilansir Jitunews Rabu (23/3), menyebutkan produksi bawang Maret 2016 mencapai 90.133 ton, cabai merah besar mencapai 101.005 ton, dan cabai rawit mencapai 78.889 ton dengan kebutuhan 53.810 ton.

Kepala Balitbangtan M.Syakir, seperti dikutip dari Jitunews, mengungkapkan demi terus meningkatkan produktivitas bawang dan cabai di Indonesia pihaknya telah meluncurkan beragam varian benih unggul untuk komoditas bawang dan cabai. Jenis benih yang diluncurkan Litbangtan merupakan jenis amfibi yang dapat hidup saat musim hujan dan musim kemarau.

Balitbangtan Mengontrol Harga Bawang dan Cabai
kemendag

Harga bawang merah dibanderol seharga Rp 40.000,00 per kilogram dengan kebutuhan mencapai 75.762 ton. Sementara itu, harga cabai merah besar dan cabai rawit mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Cabai rawit dipatok pada kisaran harga Rp 50.000,00 per kilogram. Harga tersebut hanya untuk pasar di Jakarta.

Melonjaknya harga bawang dan cabai bukan dikarenakan faktor produksi, melainkan disebabkan dari faktor pedagang itu sendiri dan pendistribusian bawang dan cabai tersebut.

Baca Juga:  Tips Mengolah Tanah yang Benar untuk Bertanam Cabai
loading...
loading...