Bambu, Tanaman Penghasil Oksigen yang Kian Menipis

Pertanianku — Dahulu tanaman bambu sering dianggap sebagai tanaman liar yang tumbuh secara berkelompok. Orang Indonesia cukup akrab dengan tanaman ini, terutama yang tinggal di pedesaan. Tanaman bambu memiliki 75 genus yang terdiri atas 1.500 jenis bambu yang tersebar di seluruh dunia. Di antara seluruh jenis tersebut, terdapat 125 jenis bambu endemik Indonesia.

tanaman bambu
foto: pixabay

Bambu endemik Indonesia yang terkenal ialah bambu apus, bambu ampel, bambu petung, bambu kuning, dan bambu wulung.

Masyarakat di pedesaan sering memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan, membuat kandang, alat masak, kerajinan tangan, serta alat musik. Sementara itu, bagian rebung bambu sering dimanfaatkan sebagai sayur dan daunnya dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan.

Umumnya, bambu merupakan tanaman yang memerlukan banyak air. Jenis bambu di Indonesia bergantung pada tipe iklim, seperti tipe curah hujan A, B, C , D, dan E. Semakin basah tipe iklim, akan semakin banyak jumlah jenis bambunya.

Selain dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan sehari-hari manusia, tanaman bambu juga bermanfaat untuk lingkungan. Akar bambu diketahui mampu menahan erosi sehingga dapat mencegah bahaya banjir.

Akar bambu juga berfungsi sebagai filter air yang sudah tercemar limbah. Air-air tersebut akan disaring melalui serabut-serabut akar. Fungsi lain dari akar bambu ialah menampung mata air sehingga akar bermanfaat sebagai persediaan air sumur.

Manfaat penting lainnya dari tanaman bambu ialah penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dahulu, beberapa kota besar di Jabodetabek masih memiliki banyak kebun bambu liar. Namun, semakin ke sini kebun-kebun liar tersebut mulai dibabat dan dijadikan sebagai kawasan perumahan dan lain-lain.

Padahal, bambu mampu melepaskan 3 persen lebih banyak oksigen ke atmosfer bumi. Tanaman ini juga dapat menyerap lebih banyak karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer oleh industri dan asap kendaraan bermotor sehingga bambu dapat menetralkan pencemaran udara. Penyerapan karbon dioksida yang dilakukan bambu dapat mengurangi efek gas rumah kaca di atmosfer bumi.

Baca Juga:  Balitbangtan Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Mutu Beras Berbasis Android

Satu pohon bambu mampu memproduksi oksigen sebanyak 1,2 kilogram/hari. Sementara itu, manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen/hari. Artinya, satu pohon bambu dapat menyuplai oksigen untuk dua orang setiap harinya.