Bangsa Sapi Perah yang Menghasilkan Daging Berkualitas

Pertanianku Sapi perah dipelihara dengan tujuan menghasilkan susu. Perkembangan ternak sapi perah di Indonesia sudah dimulai sejak abad ke-19. Kala itu, beberapa bangsa sapi perah diimpor ke Indonesia, seperti ayrshire, jersey, dan milking shorthorn dari Australia.

sapi perah
foto: Pixabay

Pada 1957 genetik sapi lokal, yakni sapi madura, diperbaiki dengan menyilangkannya dengan sapi red deen. Jenis sapi lokal lainnya yang disilangkan adalah peranakan ongole dengan sapi perah friesian holstein. Penyilangan tersebut bertujuan mendapatkan jenis sapi perah unggul.

Tahukah Anda, ada beberapa bangsa sapi perah yang dapat menghasilkan daging dengan kualitas yang hampir menyerupai daging sapi potong. Bangsa sapi yang bisa menghasilkan susu dan daging berkualitas bernama sapi dual purpose atau sapi dwi guna. Berikut ini beberapa bangsa sapi perah dwi guna yang ada di dunia.

Sapi milking shorthorn

Sapi milking shorthorn memiliki tubuh berwarna merah, putih, atau kombinasi keduanya (roan). Sapi asal Australia ini ada yang bertanduk dan ada yang tidak mempunyai tanduk. Bentuk badannya seperti baji karena milking shorthorn mampu menghasilkan daging. Produksi susu sapi milking shorthorn dapat mencapai 4.000 liter/laktasi dengan kadar lemak mencapai 3,5 persen.

Sapi red poll

Bangsa sapi red poll banyak diternakkan di daerah Mississippi, Amerika. Red poll merupakan hasil persilangan antara sapi Norfolk dan sapi Suffolk. Sesuai dengan namanya, tubuh sapi red poll didominasi oleh warna merah, yakni merah cerah hingga merah gelap. Biasanya, bangsa sapi ini bertanduk. Produksi susu red poll dapat mencapai 4.500 liter/laktasi dengan kadar lemak mencapai 3,5 persen.

Sapi devon

Sapi devon merupakan bangsa sapi dual purpose yang berasal dari Inggris. Saat ini sapi devon banyak diternakkan di Amerika Selatan dan Australia. Devon merupakan sapi tipe kecil dengan ciri berwarna merah dan bertanduk. Meski berukuran kecil, produksi susu sapi devon mampu mencapai 4.000 liter/laktasi dengan kadar lemak mencapai 3,8 persen. Artinya, produksi susunya hampir setara dengan milking shorthorn yang dibudidayakan di Indonesia.

Baca Juga:  Faktor-faktor yang Memengaruhi Ayam Mengonsumsi Pakan