Bantu Korban Tsunami Selat Sunda, Sumbar Kumpulkan Rendang


Pertanianku — Ibu Pertiwi kembali dilanda bencana yang menimbulkan banyak kerusakan dan memakan korban jiwa, yakni tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 di Banten dan Lampung. Karena kejadian tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) mengumpulkan rendang untuk membantu korban tsunami Selat Sunda itu.

korban tsunami Selat Sunda
Foto: Google Image

Pemprov mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghimpun rendang dengan kemasan per 0,5 kg dari seluruh pegawai. Langkah ini bukan hal baru bagi Pemprov Sumbar. Sebelumnya, pengumpulan olahan kuliner khas Minang berupa rendang juga dilakukan untuk membantu korban gempa di Lombok dan Palu.

“Pak Gubernur mengetuk hati kita semua, kiranya kita turut merasakan duka saudara kita di Banten dan Lampung. Beliau berharap, ada gerakan kemanusiaan dari kita semua untuk itu, salah satunya adalah kembali penggalangan pengumpulan rendang,” ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, seperti dikutip Republika, Selasa (25/12).

Nasrul menyebutkan, tahap pertama pengumpulan rendang ditujukan untuk seluruh kepala OPD di lingkungan pemprov. Selanjutnya, PNS dan masyarakat umum juga diberikan kesempatan yang sama untuk menyumbang rendang. Bahkan, pemprov juga mengajak perantau Minang yang berada di luar Sumbar untuk ikut menyumbang rendangnya.

“Hari ini dalam waktu satu jam sejak pukul 17.00 WIB sudah terkumpul 710 kg rendang dari 30 OPD,” ujar Nasrul.

Wakil Gubernur Sumsel ini yakin bahwa rendang yang terkumpul akan mencapai lebih dari 1 ton, mengingat masih ada sekitar 20 OPD yang belum melaporkan update pengumpulan rendang. Nantinya rendang yang terkumpul akan disalurkan kepada korban tsunami di Banten dan Lampung melalui lembaga kemanusiaan.

Pemprov Sumbar juga akan mengirim tim untuk memantau distribusi secara langsung. Bantuan rendang akan diterima Pemprov Sumbar hingga Kamis (27/12). Nasrul mengingatkan penyumbang untuk mengemas rendang per 0,5 kg demi memudahkan distribusi.

Baca Juga:  APPIK, Lindungi Pembudidaya Ikan Saat Bencana Alam