Bantuan Rp25 Miliar Dilepas Mentan untuk Korban Bencana Sulteng


Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melepas 500 truk berisi bantuan untuk Sigi, Donggala, dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bantuan senilai Rp25 miliar dalam bentuk pangan dan kebutuhan strategis lain tersebut dikirimkan secara bertahap untuk korban bencana di sana.

korban bencana
Foto: Google Image

“Nilai bantuan saya yakin masih bertambah,” katanya saat ditemui usai pelepasan bantuan di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Kamis (4/10).

Hari ini, sebanyak 319 truk dari 500 akan diberangkatkan. Bantuan yang diterima merupakan pemberian dari lingkup Kementerian Pertanian, baik pegawai maupun perusahaan seperti PT Tiran, PT Rutan, PTPN Group, PT Charoen Pokphand Indonesia, Artha Graha dan lainnya.

Selain pemberian bantuan strategis, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan kembali memulihkan perekonomian di wilayah tersebut. Caranya, yakni melalui sektor pertanian. Pasalnya, Sulteng merupakan kawasan perkebunan dan tanaman pangan.

“Kami siapkan bantuan bibit dan pupuk. Bibit padi dan perkebunan kami siapkan,” ujar Amran. Meski demikian, belum diketahui berapa alokasi yang diperlukan mengingat saat ini pendataan masih berfokus pada penyelamatan korban.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, Makassar menjadi penyangga bagi para korban. Berbagai rumah sakit menjadi rujukan para korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Dari atas Hercules semua korban sudah tahu ke rumah sakit mana,” katanya.

Sebanyak 40 ambulans telah disiapkan di bandara untuk mengantar para korban ke rumah sakit rujukan. Dengan begitu, korban bisa segera mendapat tindakan. “Tiap hari ada enam flight diangkut kemari,” ungkap Nurdin.

Pesawat tersebut selain mengangkut korban luka juga korban yang masih sehat. Korban sehat ini untuk sementara ditampung di asrama haji sebelum dijemput keluarganya. Selain melalui jalur udara, sebanyak 1.600 orang akan tiba di Makassar melalui jalur laut. Untuk Sulsel sendiri, dalam satu jam bisa mengumpulkan enam miliar rupiah.

Baca Juga:  Mendag Sebut Minyak Sawit Mentah RI Masih Jadi Primadona di Spanyol