Basmi Hama Kumbang Bubuk pada Tanaman Jagung dengan Daun Sirsak

Pertanianku— Hama utama pada tanaman jagung adalah penggerek batang atau Ostrinia furnacalis dan penggerek tongkol atau Helicoverpa armigera. Namun, selain itu ada juga hama lain yang kerap mengganggu produktivitas tanaman, yaitu hama kumbang bubuk.

hama kumbang bubuk
foto: Pertanianku

Hama kumbang bubuk dapat membuat petani mengalami kehilangan hasil yang cukup besar. Oleh karena itu, hama ini perlu dikendalikan dengan cara yang tepat. Salah satu tindakan pengendalian yang bisa dilakukan ialah penggunaan pestisida nabati yang terbuat dari tepung daun sirsak.

Daun sirsak terkenal sebagai salah satu bahan herbal yang ampuh untuk mengobati berbagai penyakit. Ternyata, daun sirsak juga bisa digunakan sebagai insektisida nabati untuk mengatasi hama kumbang bubuk yang sering ditemukan pada tanaman jagung.

Di dalam daun sirsak mengandung senyawa acetogenin seperti acimin, bulatacin, dan squamocin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin bisa bersifat sebagai antifeedant sehingga hama tidak lagi memakan bagian tanaman yang disukainya. Sementara itu, pada konsentrasi rendah, senyawa acetogenin bersifat sebagai racun perut yang mampu membuat serangga mati.

Penggunaan daun sirsak sebagai insektisida nabati tidak akan menimbulkan efek samping apa pun karena tidak menggunakan bahan kimia. Insektisida nabati ini agak cukup rumit untuk dibuat, tetapi lebih efektif digunakan daripada kehilangan hasil panen.

Berikut ini langkah-langkah membuat ekstrak daun sirsak.

  1. Siapkan daun sirsak yang sudah tua sebanyak 2 kg, kemudian cuci bersih dan diangin-anginkan tanpa menggunakan sinar matahari secara langsung selama lima hari.
  2. Setelah daun sudah kering, berat daun akan menyusut menjadi 760 gram. Pisahkan bagian daun dengan ibu tulang daun, lalu haluskan.
  3. Setelah halus dan sudah menjadi tepung, rendam dalam larutan methanol 96 persen sebanyak 5 liter selama 24 jam.
  4. Setelah didiamkan selama satu hari penuh, saring hingga larutannya terpisah dari ampas. Anda bisa mendapatkan larutan destilasi sebanyak 400 ml.
  5. Larutan tersebut harus diuapkan terlebih dahulu selama 6—8 jam untuk mendapatkan sediaan ekstrak murni 100 persen.
Baca Juga:  Kementan Salurkan Bantuan untuk Pertanian Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

Setelah hasil ekstraksi daun sirsak didapat, Anda bisa langsung menggunakannya dengan cara disemprot ke bagian tanaman yang terserang hama. Sebelum disemprot, ekstrak daun sirsak dicampur terlebih dahulu dengan air.

 

 


loading...