Bawang Merah Asal Pati Siap Penuhi Pasokan Pasar Hingga Menjelang Lebaran

Pertanianku — Kabupaten Pati terletak di pesisir utara Pulau Jawa dan merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Tengah setelah Brebes dan Demak. Pada bulan ini, petani di Kabupaten Pati siap memanen bawang merah pada lahan seluas 549 hektare.

pati
foto: pixabay

Dengan luas lahan panen tersebut, bisa dipastikan hasil panen yang didapatkan bisa memenuhi suplai bawang merah nasional hingga menjelang lebaran nanti.

Pati sudah ditetapkan sebagai zona merah pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Namun, para petani tetap semangat beraktivitas di lahan untuk menyambut masa panen dan tidak melupakan protokol kesehatan.

Loading...

“Kami saksikan sendiri betapa gigihnya petani bawang merah Pati dalam bekerja di lahan. Mereka seakan tidak gentar dengan Covid-19 yang menghantui masyarakat kebanyakan. Tetap bekerja di lahan namun protokol kesehatan juga tetap dijaga. Ini patut diapresiasi,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Prihasto melakukan kunjungan untuk memantau ketersediaan bawang merah di Pati. Pasalnya, bawang merah merupakan salah satu bahan pangan yang harus dijaga stabilitasnya untuk menjaga ketahanan pangan. Aktivitas pertanian memang tidak bisa dihentikan karena pertanian merupakan sektor penting yang memenuhi kebutuhan 267 juta perut rakyat Indonesia.

Kunjungan tersebut dilakukan pada 3 lokasi sekaligus, yaitu Desa Ngurensiti dan Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijeksa dan Desa Tegal Arum, serta Kecamatan Jaken.

Selain menjaga pasokan pangan seperti bawang merah tetap stabil, tugas lain pemerintah yang tidak kalah penting adalah menjaga harga jual pada tingkat petani agar tidak rendah karena bisa merugikan petani. Pasalnya, hingga saat ini harga jual tingkat petani masih sering jatuh dan hal tersebut merupakan momok bagi para petani.

Baca Juga:  Kakao Juga Pakai Masker agar Terlindung dari Serangan Hama

Pahdi, salah seorang petani bawang merah dari Desa Ngurensiti Kecamatan Wedarijeksa mengatakan, harga bawang merah sedang baik dan bertengger di angka Rp30.000 per kilogram di tingkat petani. Harapannya harga tersebut bisa tetap stabil bagus, mengingat pada awal Januari lalu harga pernah jatuh sangat rendah, yaitu hanya Rp10.000 per kilogram.

 

 

 

 

Loading...
Loading...