Bawang Merah RI Surplus, Kementan Segera Ekspor Besar-besaran


Pertanianku – Produksi bawang merah tanah air surplus. Hal inilah yang membuat Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya mempercepat ekspor bawang merah ke sejumlah negara teteangga. Jika tidak segera diekspor, harga bawang merah di tingkat petani akan terus menurun karena pasokan melimpah.

Foto: pixabay

“Ekspor kami lakukan secara masif,” jelas Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Spudnik Sujono melalui keterangan tertulis (18/10).

Pasalnya, sejak Januari—Agustus 2017, volume ekspor komoditas tersebut ke beberapa negara tetangga mencapai 1.782 ton.

Dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober, Spudnik mengatakan telah melakukan empat kali ekspor. Pertama, ekspor 500 ton bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, ke Thailand pada 18 Agustus. Padahal, target ekspor ke Thailand seharusnya sebesar 5.600 ton. Ekspor kedua dilakukan dari Surabaya, Jawa Timur, pada 28 Agustus sebanyak 247,5 ton ke Singapura.

Pada 12 Oktober lalu, Kementan kembali meluncurkan ekspor bawang merah yang dilakukan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Timor Leste sebanyak 30 ton. Target ekspor ke Timor Leste adalah 200 ton.

“Terakhir, ekspor sebanyak 45 ton dari rencana 180 ton ke Vietnam dari Enrekang, Sulawesi Selatan,” tambah Spudnik.

Berdasarkan data Badan Karantina Kementan, ekspor bawang merah dari pintu pengeluaran di Cirebon, Jawa Barat per 29 Juli hingga 11 Oktober 2017 mencapai 1.151 ton dengan tujuan Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura. Sementara, dari pintu keluar Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, sebanyak 1.731 ton dengan tujuan sama.

Kementan akan terus menambah daftar ekspor lainnya sebagai upaya untuk memperluas pasar dan menstabilkan harga komoditas bawang tanah air.

“Karena bagi kami, kesedihan petani karena rendahnya harga bawang merah, juga menjadi kesedihan kami,” ungkapnya.

Baca Juga:  Populasi Orangutan Kalimantan Mengkhawatirkan
loading...
loading...