Beasiswa S2 Pertanian di Luar Negeri, Mau?


PERTANIANKU – Sebagai negara agraris, pemerintah menjadikan pertanian sebagai salah satu faktor dalam membangun bangsa. Peningkatan produksi pertanian dan pengurangan impor produksi pertanian (swasembada pangan) merupakan tujuan jangka panjang pemerintah. Guna mencapai tujuan tersebut, pemerintah menempuh berbagai cara. Salah satunya adalah memberdayakan tenaga ahli bergelar magister pertanian, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri.

pak tani di pertanian padi

Ketertarikan mahasiswa/lulusan S1 pertanian untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi pun semakin meningkat. Mereka mencari peluang beasiswa untuk menempuh tujuan tersebut. Salah satu beasiswa S2 jurusan pertanian yang layak dicoba adalah beasiswa yang ditawarkan oleh Department of Agricultural and Resource Economics of Kasetsart University, Thailand untuk para pelajar di kawasan ASEAN, tak terkecuali Indonesia.

Syarat untuk memperoleh beasiswa ini, antara lain telah menempuh pendidikan sarjana strata 1 di bidang pertanian, agribisnis, dan bidang lain yang terkait. Pelamar beasiswa juga diharuskan memiliki nilai akademis yang tinggi dan mampu berbahasa Inggris dengan lancar yang dibuktikan dengan nilai TOEFL.

Benefit yang diberikan pada program beasiswa tersebut meliputi pembebasan biaya kuliah selama empat semeseter atau dua tahun. Penerima beasiswa juga berhak mendapatkan tunjangan biaya hidup (living cost) sebesar USD2.780 per tahun selama masa belajar. Namun, beasiswa tersebut bisa dicabut atau dihentikan jika penerima beasiswa memperoleh nilai IPK lebih kecil dari 3,50 di setiap semester.

Selain itu, penerima beasiswa juga diwajibkan untuk memiliki satu publikasi ilmiah di Thailand Citaton Index (TCI) atau scopus journal dalam tiga tahun setelah awal penerimaan beasiswa. Sebab, tujuan penawaran beasiswa ini adalah agar setiap mahasiswa penerima beasiswa dapat bertukar ide berkaitan dengan pengembangan dan kebijakan masalah pertanian. Ide-ide yang diangkat pun boleh seputar isu regional dan internasional. Oleh karena itu, banyak alumni penerima beasiswa ini yang menjadi peneliti terkemuka di kawasan ASEAN, seperti Kamboja, Myanmar, dan Thailand.

Baca Juga:  Upaya Pemanfaatan Air Hujan Jadi Air Minum

Bila Anda tertarik dengan beasiswa tersebut dan syarat-syaratnya pun telah terpenuhi, silakan mengunduh formulir pendaftarannya di www.agri.eco.ku.ac.th. Pendaftaran dibuka hingga 15 Mei 2016. Setelah semuanya lengkap, aplikasi pendaftaran dikirimkan kembali melalui email fecoppj@ku.ac.th atau fecoiyb@ku.ac.th.

loading...
loading...