Begini Alasan Masyarakat Enggan Beli Daging Impor


Pertanianku – Meskipun pemerintah telah membuka keran daging impor sapi beku dari beberapa negara, nyatanya masyarakat masih banyak yang enggan membeli daging sapi impor. Bahkan hingga kini, daging sapi bali masih lebih diminati oleh masyarakat.

“Banyak konsumen yang bertanya, apakah daging yang saya jual adalah daging impor. Mereka masih fanatik dengan daging sapi bali, yang mutunya memang lebih bagus dan sudah akrab dengan lidah mereka,” kata Hj. Arjani.

Penjual daging sapi di Pasar Badung Denpasar, seperti melansir Republika, (12/4), mengaku selama ini dia hanya memotong sapi bali dan menjual dagingnya di lapak Pasar Badung.

Ia mengatakan, daging sapi impor belum terlihat di pasar, tetapi bisa jadi dipasok untuk keperluan hotel-hotel di Bali.

Di tempat lain, karyawan perusahaan daging sapi potong, Muhammad Nuh mengatakan, daging sapi potong ditengarai sudah masuk ke Bali juga. Namun, dia tidak menyebut, apakah untuk keperluan hotel atau untuk keperluan masyarakat lokal juga.

Nuh mengatakan, sejak daging sapi impor masuk ke Indonesia, pengusaha daging sapi bali yang biasa mengirim daging ke Jakarta, mengalami tekanan berat. Di Bali ungkap Nuh, daging sapi bali dilepas dengan harga antara Rp95.000—Rp105.000, sedangkan daging sapi impor yang beredar di Jakarta dengan harga kisaran antara Rp70.000—Rp85.000.

“Kalau kami kirim daging sapi ke Jakarta, pasti tidak mampu bersaing dengan daging sapi impor. Jadi sementara hanya memasarkan di Bali saja,” tutur karyawan UD Rizky Jaya.

Baca Juga:  Inovasi Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Gas Hidrogen
loading...
loading...