Begini Cara Ajak Petani Keluar dari On Farm Menuju Off Farm


Pertanianku – Kepemilikan lahan yang kian sempit ditambah dengan sumber daya manusia yang terbatas, biaya usaha tani yang semakin mahal, serta berbagai faktor lainnya yang membuat petani semakin jauh dari kata sejahtera merupakan polemik yang tak kunjung terselesaikan hingga kini.

Foto: pixabay

Oleh karena itu, sering muncul gagasan untuk mendorong para petani ‘keluar’ dari aktivitas ‘on farm’ menuju ‘off farm’. Artinya, para petani didorong untuk lebih berdaya dengan memberi nilai tambah aktivitas usaha taninya, baik itu melalui pengolahan produk pertanian maupun melalui berbagai pengembangan usaha berbasis pertanian.

Langkah tersebut diharapkan akan membuat petani mampu menjadi pelaku usaha yang lebih kuat ketika berhadapan dengan pasar. Rencana ini bukan suatu hal yang baru. Sebenarnya, sudah lama sejumlah praktisi pertanian menyarankan agar keterbatasan petani dapat diselesaikan dengan cara memberi peluang untuk keluar dari basis pertanian konvensional.

Berbagai proyek dan program sudah dilakukan, tetapi memang belum sepenuhnya membuahkan hasil. Banyak kegiatan justru membuat petani terjebak pada keterpurukan, misalnya pemberian kredit modal usaha tanpa disertai dengan pemberian keterampilan usaha dan pendampingan. Maksudnya, membuat petani memiliki usaha di luar aktivitas usaha tani, tetapi akhirnya justru menjerumuskan petani pada jeratan utang.

Upaya memberi peluang petani untuk masuk wilayah ‘off farm’ akan lebih baik bila disertai dengan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan. Pilihan model usaha yang diberikan sebaiknya juga tidak terlalu jauh dengan basis komoditas pertanian yang mereka kelola.

Faktor yang paling penting, yakni semua usaha itu dilakukan dalam sebuah wadah berbentuk kelompok agar lebih mudah memantau, mendampingi, dan efisien dalam praktik pelaksanaannya. Dalam praktiknya, bukan hanya lembaga pemerintah yang terlibat, melainkan juga melibatkan pihak swasta dan perguruan tinggi.

Baca Juga:  Inilah Khasiat Tak terduga dari Jus Bayam

Contoh yang dapat dilakukan dengan cara memberdayakan para petani melalui Gapoktan. Para petani dikelompokkan dalam Gapoktan, dengan luas areal minimal 50 hektare. Melalui wadah Gapoktan pihak Dinas Pertanian dan Pemerintah Daerah memberikan berbagai bantuan dalam bentuk modal usaha, alat produksi, dan pendampingan.

Para petani membuat lantai jemur, membangun unit penggilingan padi, dan menjual produk mereka dalam bentuk beras. Setelah itu, beras yang mereka jual sudah memperoleh sertifikasi kualitas dari lembaga yang kredibel sehingga mendapat pengakuan pasar sebagai beras berkualitas. Nantinya, para petani akan mendapat nilai tambah cukup besar dari penjualan beras hasil produksi sendiri dengan harga yang cukup tinggi.

loading...
loading...