Begini Cara Kementan Jaga Produksi Padi


Pertanianku – Belum lama ini sebagian sektor pertanian di beberapa wilayah Indonesia mengalami kekeringan dan juga serangan hama wereng batang cokelat (WBC). Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk terus menjaga produksi pertanian dari kedua masalah tersebut.

Foto: pixabay

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi terhadap kekeringan berupa pompanisasi, normalisasi waduk, dan normalisasi sungai. Pembangunan embung dan long storage pun menjadi upaya pencegahan dampak kekeringan di sektor pertanian.

“Normalisasi ini yang menolong sehingga (dampak) kekeringan berkurang,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu, seperti melansir dari Republika (8/9).

Berdasarkan laporan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) periode Januari—Agustus 2017, luas kekeringan pada 2017 yang terkena 56.334 hektare dan puso 18.516 hektare. Sementara, pada 2016 ada 66.922 hektare yang terdampak dan mengalami puso sebanyak 7.265 hektare.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, total luas lahan terkena WBC dan kekeringan adalah 215.277 hektare dan puso 48.850 hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2017. Tahun ini sebesar 63.075 hektare lahan terdampak WBC dan kekeringan dengan puso 20.152 hektare.

Terkait WBC, Amran mengaku keberadaan hama akan selalu ada. Namun yang terpenting adalah upaya pengendalian berupa komunikasi di seluruh Indonesia.

“Kalau ada serangan kita bergerak cepat,” ucap Mentan.

Menteri Amran sendiri meminta dinas terkait ataupun kelompok tani jika ada hama untuk segera melaporkan. Dengan begitu, penanganan dapat cepat dilakukan hingga tidak berdampak pada produktivitas tanaman itu sendiri.

Baca Juga:  Ini Kata Mentan Soal Musim Kemarau Terkait Produksi Beras Lokal
loading...
loading...