Begini Cara Membuat Nutrisi Tanaman dari Temulawak


Pertanianku – Pemberian pestisida merupakan salah satu hal penting yang wajib dilakukan untuk membantu pertumbuhan tanaman. Dalam melakukan budidaya tanaman, selain pemberian pestisida, tanah sebagai media tumbuh menyediakan unsur mineral yang sangat dibutuhkan tanaman. Selain itu, pengolahan tanaman yang baik juga harus diperhatikan ketika melakukan kegiatan bercocok tanam.

Nutrisi yang terkandung dalam tanah diserap oleh tanaman menggunakan akar. Selain akar, daun juga memiliki fungsi yang sama untuk menyerap nutrisi dari alam. Karena itu, pemeliharaan tanaman tidak hanya dilakukan dengan proses pemupukan pada tanah atau media tanam lainnya. Pemberian nutrisi pada batang dan daun tanaman juga menjadi hal penting untuk dilakukan. Pemberian nutrisi pada batang dan daun tanaman akan mampu merangsang pertumbuhan yang lebih baik bagi tanaman.

Temulawak merupakan salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan pestisida. Seperti yang kita tahu, temulawak adalah tanaman obat yang dimanfaatkan rimpangnya untuk membuat obat tradisonal. Temulawak juga banyak digunakan sebagai bahan membuat jamu yang memiliki banyak khasiat, untuk menambah nafsu makan misalnya. Tanaman ini dapat dengan mudah ditemui di Pulau Jawa karena banyak dibudidayakan oleh petani.

Membuat nutrisi tanaman menggunakan bahan temulawak caranya sangat mudah. Bahan baku yang dibutuhkan hanya umbi temulawak dan gula merah dengan perbandingan yang sama. Alat-alat yang dibutuhkan juga sangat sederhana, hanya berupa toples plastik, baskom, pisau, karet, dan kertas buram atau kertas yang memiliki pori. Bahan dan alat tersebut mudah kita dapatkan.

Yuk, langsung saja lihat cara pembuatan nutrisi tanaman dari temulawak:

  • Siapkan bahan temulawak dan gula merah dengan perbandingan yang sama atau 1 : 1. Iris temulawak dengan pisau menjadi bagian tipis-tipis, kemudian gula merah disisir untuk menjadi lebih halus.
  • Masukkan temulawak dan gula merah yang telah diiris ke dalam baskom, kemudian campur dan remas kedua bahan tersebut dengan tangan hingga mengeluarkan air.
  • Bahan yang telah diremas bersama dengan airnya kemudian dimasukkan semua ke dalam toples plastik. Tutup toples menggunakan kertas buram atau kertas berpori dan ikat dengan karet.
  • Simpan toples yang telah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung, lama penyimpanan selama 7 hari untuk proses fermentasi secara alami.
  • Setelah 7 hari, buka toples dan lakukan penyaringan untuk memisahkan larutan hasil fermentasi dengan ampas temulawaknya. Larutan yang telah disaring siap digunakan dicampur dengan air biasa untuk menyemprot tanaman.

Penyemprotan bisa dilakukan secara berkala sehingga daun dan batang tanaman akan mendapatkan nutrisi yang lebih baik. Cara ini akan lebih memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemberian pestisida dari temulawak ini juga dapat membantu menghasilkan buah yang berkualitas.

loading...
loading...