Begini Cara Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Pertanianku — Tanaman jahe (Zingger officinale) merupakan tanaman rempah-rempah yang sangat populer dan sudah menjadi komoditas perdagangan internasional sejak ratusan tahun lalu. Budidaya tanaman jahe, memang tergolong mudah. Tetapi, hal utama yang harus diperhatikan adalah hama dan penyakit tanaman jahe itu sendiri.

hama dan penyakit tanaman jahe
Foto: Dok. Pertanianku

Pasalnya, keberadaan hama dan penyakit  dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya tanaman jahe. Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jahe sebagai berikut.

1. Kepik (Epilahre sp.)

Loading...

Gejala serangan yang ditimbulkan oleh hama ini antara lain daun akan bergerigi, berlubang, dan berwarna kecokelatan. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan larutan pestisida berbahan aktif seperti Betasiflutrin dan Pronofos. Biasanya juga bisa disemprotkan larutan insektisida organik, dengan menggunakan air tuba yang berasal dari tanaman tuba.

2. Kumbang (Araeceras fassicularis)

Gejala serangannya adalah rimpang akan berubah bentuk menjadi abnormal, seperti membulat tidak beraturan dan terdapat lubang telur kumbang. Pengendalian bisa dilakukan dengan penggunakan larutan insektisida dan nematisida seperti Karbofuran dengan dosis 1 gram/tanaman jahe.

3. Kutu daun (Aspidella hartii)

Gejala serangan yakni daun akan menggulung, layu, mengguning, dan berguguran. Pengendaliannya dengan penggunakan pestisida berbahan aktif seperti Abemektin, Amitraz, Metamil, Difokol, dan lainnya. Gunakan dengan dosis yang sudah ditentukan, agar tanaman tidak rusak.

4. Ulat penggerek akar (Dishorcrosis puntiferalis)

Gejala serangannya antara lain akar akan rusak, kering, dan bahkan tanaman mati akibat kekurangan nutrisi dan unsur hara. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan menggunakan larutan insektisida berbahan aktif seperti Karbofuran, Bensulta, Bisultap, Karbisulfan, Fibronil dan Dimehipo dengan dosis yang ditentukan pada label produk.

5. Nematoda (Melodogyne sp.)

Gejala serangan di antaranya akar terdapat benjolan/bintil kecil, dan rimpang akan berubah warna kecokelatan. Pengendaliannya dengan menggunakan pestisida nabati ekstrak nimba, tagetes dan jarak, menerapkan pola tanam campuran, sanitasi, rotasi tanaman dan aplikasi pestisida kimia (nematisida).

Baca Juga:  Varietas Kacang Hijau yang Toleran Terhadap Salinitas Besutan Balitbangtan

6. Penyakit layu bakteri

Penyebab penyakit layu bakteri ialah bakteri Solanacearum. Gejala serangan ditandai oleh daun akan menggulung, abnormal dan rimpang akan membusuk bila dipotong akan mengeluarkan cairan berwarna putih hingga kecokelatan. Pengendalian dilakukan dengan cara penggunaan larutan fungisida berbahan aktif seperti Dithane M-45 (0,25 persen), Bavistin (0,25 persen).

7. Penyakit busuk rimpang

Penyebab penyakit ini adalah jamur Fusarium oxysporum sp. Gejala serangan ditandai dengan rimpang akan membusuk, daun layu menguning dan lama-kelamaan tanaman mati. Pengendaliannya, yaitu sebelum fase penanaman jahe, sebaiknya benih direndam dahulu dengan larutan fungisida seperti Mancozeb, Benomyl, Metil tiofonat, dan Karbendazim 0,3 persen selama 2 jam.

Loading...
Loading...