Begini Cara Menghindari Kebusukan Tangkai Anggrek Bulan


Pertanianku — Anggrek bulan memiliki pesona tersendiri bagi para penggemarnya. Namun masalah yang sering dihadapi hobiis adalah tangkai anggrek bulan yang membusuk. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

tangkai anggrek bulan
Foto: Shutterstock

Puspa asli Indonesia ini mempunyai nama lain, yaitu butterfly orchid. Dari segi warna, bunga ini mempunyai varian yang beragam mulai dari kuning, merah muda, merah kecokelat-cokelatan, merah, hingga ungu. Pada satu kelopak pun, warna yang muncul tidak sendiri. Selalu ada corengan atau kombinasi sebagai dasar warna dan perbedaan warna yang semakin terang di ujung.

Kembang ini disebut dengan anggrek bulan karena kesatuan kelopaknya jika dilihat sekilas membentuk bulat sempurna seperti bulan purnama. Di sisi lain, banyak yang menyatakan bahwa bunga anggrek ini akan mekar pada saat bulan purnama atau di tengah hari. Merawat anggrek bulan diperlukan metode dan teknik tertentu supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan terawat.

Pasca tiga bulan penanaman, pertumbuhan bunga anggrek akan menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan ditandai adanya akar dan tunas yang telah mengembang. Oleh karena itu, pemindahan ke pot transparan berukuran 15 sentimeter pun perlu dilakukan.

Selain media tray yang telah sesak, penggunaan pot dapat mengontrol kadar air di dalamnya dengan kualitas dan takaran air yang cukup, akar anggrek bulan akan terhindar dari pembusukan.

Anggrek bulan perlu mendapatkan nutrisi yang cukup. Salah satu nutrisi yang kerap digunakan para pecinta anggrek adalah dekastar dengan takaran setengah sendok teh per pot. Khasiat dari pupuk ini, perkembangan tunas akan semakin cepat dan tangkai akan menguat.

Perawatan anggrek bulan ini didasari pada sifat nutrisi dari pupuk yang menjadikan tanaman mampu menyerap unsur nutrisi. Untuk penggunaan, sebaiknya pupuk diberikan setiap dua hari sekali setiap pagi antara pukul enam hingga delapan, atau sore hari antara pukul lima hingga enam.

Baca Juga:  Bunga Plum Tak Kalah Memesona dari Sakura Jepang

Kebanyakan orang tidak tahu cara menanam dan merawat anggrek bulan hingga akhirnya menyirami dan memupuk anggrek pada saat siang hari. Alih-alih mendapatkan hasil maksimal, anggrek bulan akan mati dengan cepat. Fakta ini sesuai dengan cara kerja tumbuhan yang mengolah makanan pada siang hari.

Dengan perubahan suhu lingkungan yang mendadak, tumbuhan akan segera mati. Untuk merawat kembang supaya tetap sehat, penyiraman menjadi kunci utama. Bunga anggrek termasuk epifit, yaitu tumbuhan yang hidup dengan menempel pada tumbuhan lain sehingga anggrek tidak membutuhkan air yang banyak.

Penyiraman dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke permukaan luar tanaman. Adapun bagian akar hanya beberapa mililiter air. Beberapa masalah klasik yang timbul adalah cabang dan tangkai yang keriput sehingga kebanyakan orang mengindikasikan bahwa tumbuhan tersebut kekurangan air dan menambahkan air hingga berimbas pada pembusukan akar dan kerontokan.

Untuk mencegah hal ini, anggrek dapat ditaruh di dahan pohon yang lebih besar dan menyirami bagian tersebut dengan sedikit air. Biasanya, tanaman hias ini akan kembali pulih dengan menyerap kebutuhan dari tumbuhan lain. Selain itu, tumbuhan ini semakin berkembang pada suhu 15—18°C pada malam hari dan kisaran 19—25°C pada siang hari.