Begini Cara Pemanenan Ikan Patin yang Benar


PertaniankuPemanenan ikan patin bukanlah akhir dari proses budidaya, melainkan salah satu tahapan yang mendekati akhir dari rangkaian budidaya ikan patin. Karena merupakan salah satu tahapan budidaya, peran dari pembudidaya sangat diperlukan.

Pemanenan ikan patin
Foto: Dok. Pertanianku

Memang harus diakui bahwa ketika melakukan pekerjaan pada tahap pemanenan akan terasa lebih ringan. Secara garis besar, tahapan pemanenan ikan patin memerlukan dua jenis pekerjaan, yaitu penangkapan ikan dan pembersihan ikan.

Penangkapan ikan adalah upaya untuk menangkap seluruh ikan patin yang selama ini dipelihara di dalam kolam yang tentunya siap panen. Sementara, pembersihan ikan adalah upaya untuk membersihkan tubuh semua ikan yang telah dipanen setelah tumbuh di lingkungan kolam pembesaran.

Pembersihan ini bukan berarti ikan patin tersebut dipelihara di lingkungan kolam yang membuat daging ikan patin menjadi kotor. Daging ikan tersebut tetap bersih dan enak. Pembersihan dimaksudkan untuk membuat badan ikan tampak bersih sehingga konsumen atau pembeli ikan patin ini mendapatkan ikan yang bersih.

Untuk dapat melakukan penangkapan ikan patin dengan tepat, sebaiknya tidak menggunakan jala apung. Penggunaan jala apung dikhawatirkan akan membuat ikan mengalami luka-luka di badannya. Untuk itu, lebih baik jika dilakukan penangkapan ikan dengan metode mulai dari hilir, diakhiri di hulu. Penggunaan kere justru lebih baik daripada menggunakan jala apung.

Dengan menggunakan kere, pembudidaya dapat menggiring sekumpulan ikan dari hilir agar terus bergerak ke hulu. Metode yang satu ini selain tidak membuat ikan luka-luka, juga membuat ikan terus mendapatkan air yang segar sehingga terhindar dari kematian.

Itulah teknik penangkapan ikan patin yang dipelihara. Sementara, untuk teknik pemberihan ikan patin yang dipanen dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana. Singkat saja, untuk membersihkan ikan patin yang telah ditangkap ini dapat dilakukan dengan meletakkan ikan tersebut ke wadah dengan air yang bersih. Wadah dapat berupa ember atau barang lain yang kuat menampung massa ikan patin.

Baca Juga:  Atasi Hama pada Budidaya Mujair dengan Trik Ini

Hasil pemanenan yang baik adalah ikan patin yang berkualitas, baik secara ukuran badan maupun penampakan fisik. Untuk mendapatkan panen ikan patin yang berkualitas, pembudidaya harus memerhatikan fisik dirinya sendiri ketika melakukan pemanenan. Hal ini karena jumlah ikan yang dipanen biasanya banyak dan ukurannya besar sehingga akan melelahkan pembudidaya bila tiba masa panen.

Namun, pembudidaya tidak diperbolehkan bersikap tergesa-gesa terhadap ikan patin yang dipanen. Kehati-hatian sangat diperlukan ketika melakukan pemanenan pada ikan patin karena tubuh ikan patin ini tergolong mudah terluka. Apabila badan ikan sampai terluka, harga ikan tentu juga akan lebih rendah daripada ikan yang badannya mulus.

Biasanya, ikan patin dapat dipanen setelah masa pemeliharaan selama 5—6 bulan. Pemeliharaan tersebut biasanya diawali dengan benih ikan patin dengan berat badan 8—12 gram per ekor, yang dapat mencapai berat 600—700 gram per ekor ketika dipanen.