Begini Cara Pembentukan Bunga Kopi

Pertanianku – Tanaman kopi membentuk bunga dari mata tunas yang berada di ketiak-ketiak daun pada cabang plagiotrop atau cabang yang mengarah mendatar. Masing-masing ketiak daun terdapat sekitar 5 mata tunas. Cabang kopi arabika biasanya terdapat 3—5 mata tunas. Setiap bunga dari cabang plagiotrop terdapat satu pasang daun yang saling berhadapan dengan 5 mata tunas sehingga setiap buku dari cabang terdapat sekitar 10 mata tunas. Setiap mata tunas dapat tumbuh membentuk organ vegetatif (cabang dan daun), membentuk organ generatif (bunga, buah, dan biji), atau tetap dalam keadaan dorman. Pertumbuhan mata tunas menjadi primordia bunga memerlukan proses diferensiasi yang dipicu oleh faktor lingkungan, di antaranya cahaya dan temperatur.

Pembentukan primordia bunga kopi dipengaruhi oleh lama penyinaran (periodisitas cahaya). Panjang hari yang kritis kopi arabika sekitar 13—14 jam. Jika panjang penyinaran matahari lebih lama dari batas tersebut, akan menghambat pembentukan bunga dan tanaman hanya tumbuh vegetatif. Dalam hubungan inilah periodisitas cahaya menentukan batas lintang penyebaran tanaman kopi, yaitu 20° lintang utara (LU) dan 20° lintang selatan (LS). Pembentukan primordia bunga kopi arabika pada panjang hari 8 jam memerlukan waktu 2,5 bulan, sedangkan pada panjang hari 12 jam memerlukan waktu 3 bulan. Menurut pengalaman, kopi robusta memerlukan waktu lebih singkat dari kopi arabika. Di Jawa Timur, kopi robusta sudah membentuk primordia bunga menjelang awal musim kemarau, sedangkan arabika baru pada pertengahan musim kemarau.

Di daerah khatulistiwa, perbedaan antara lama penyinaran hari pendek dan hari panjang (amplitudo periodisitas) cahaya memang sangat kecil, yaitu 1 jam 10 menit. Di Indonesia hari terpanjang pada 10° LS adalah 12 jam 43 menit (tanggal 21 Desember), sedangkan hari terpendek adalah 11 jam 33 menit (tanggal 21 Juni). Namun demikian, periodisitas cahaya tersebut tampak pengaruhnya terhadap masa pembentukan primordia bunga dan masa panen.

Intensitas cahaya yang terlalu rendah (naungan terlalu gelap) akan menghambat pembentukan primordia bunga. Sebaliknya, apabila cahaya terlalu banyak (tanpa naungan), tanaman akan mengalami gejala kelebatan buah (overbearing, overdracht), yang merugikan pertumbuhan tanaman, terutama tanaman kopi arabika.

Pembentukan primordia bunga dirangsang oleh perbedaan amplitudo antara temperatur maksimum (siang) dan temperatur minimum (malam) yang besar. Primordia bunga kopi umumnyaterbentuk setelah perbedaan temperatur siang dan malam mencapai sekitar 7o C, yang terjadi pada masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau (April—Juli). Apabila amplitudo temperatur terlalu kecil (cuaca selalu mendung, naungan terlalu gelap), pembentukan primordia bunga akan berkurang sehingga pembuahan dan produksi akan berkurang.

Respon berbagai jenis klon atau varietas tanaman kopi terhadap temperatur tidak sama. Hibrida Conuga misalnya, lebih indifferen dibandingkan dengan tanaman kopi arabika atau robusta. Beberapa klon robusta yang tergolong ”berbunga cepat” dan tahan iklim basah, seperti BGN 300 dan BGN 371, tampaknya lebih responsif. Klonklon tersebut dapat membentukbanyak bunga walaupun amplitudo temperatur kecil.

Bunga tanaman kopi terdiri dari kepala sari, benang sari, tangkai sari, dan bakal buah. Bakal buah terletak di bawah dan berisi 2 buah

bakal biji (ovule). Buah yang masak masih tampak bekas tempat kelopak bunga (discus). Dinding buah (pericarp) terdiri atas kulit luar (exocarp) yang berwarna merah dan liat, daging buah (mesocarp) berair serta agak manis, dan kulit tanduk (endocarp) yang keras.

 

Sumber: Buku Kopi

loading...
loading...