Begini Cara Perawatan Tanaman Ubi Jalar


Pertanianku Perawatan tanaman ubi jalar perlu dilakukan setelah Anda melakukan penanaman. Anda harus mengamati secara kontinyu selama tiga minggu setelah ditanam, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal.

perawatan tanaman ubi jalar
Foto: Pixabay

Bibit yang mati harus segera disulam dengan cara mencabuti bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru, dengan menanam sepertiga bagian pangkal setek yang ditimbun tanah.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh. Selain hal-hal tersebut, masih ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk perawatan tanaman ubi jalar. Berikut langkah-langkah perawatan tanaman ubi jalar.

  1. Penyiangan tanaman ubi jalar

Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar atau gulma. Gulma merupakan pesaing tanaman ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air, unsur hara, dan sinar matahaari.

Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersama-sama kegiatan penyiangan, dilakukan juga pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.

  1. Pembubunan tanaman ubi jalar

Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur satu bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan bisa dilakukan dengan cara membersihkan rumput liar (gulma) dengan alat pertanian secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar.

Selanjutnya, gemburkan tanah di sekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan. Lalu, timbun kembali tanah ke guludan semula. Lakukan pengairan hingga tanah cukup basah.

  1. Pemupukan tanaman ubi jalar
Baca Juga:  Jenis Irigasi Pertanian yang Perlu Anda Ketahui

Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Zat hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri atas 70 kg N (± 156 kg urea), 20 kg P2O5 (±42 kg TSP), dan 110 kg K2O (± 220 kg KCl) per hektare pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal.