Begini Cara Petani Lawan Hama Tikus


Pertanianku – Serangan hama yang kerap menyerang tanam petani membuat petani harus memutar otak bagaimana caranya memberantas hama tikus tersebut. Para petani di Sleman, Yogyakarta, akhirnya menemukan solusi memberantas hama tikus dengan teknologi Trap Barrier System (TBS).

Foto: pixabay

Teknologi Trap Barrier System (TBS) adalah teknologi perangkap tikus dengan menggunakan perangkap bubu disertai ‘umpan’ tanaman padi. Teknologi ini terbukti efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus-menerus sejak awal tanam hingga panen. Teknologi ini sangat efektif diterapkan pada daerah endemik tikus dengan tingkat populasi yang tinggi.

Terdapat beberapa jenis TBS yang dapat digunakan dan disesuaikan dengan kondisi lahan tanaman padi. Yang pertama TBS Standar. Pada model ini tanaman perangkap TBS ditanam 3 minggu lebih awal dibandingkan pertanaman padi disekelilingnya. Hal ini dimaksudkan untuk menarik tikus datang dari lingkungan sekitarnya hingga radius 200 m.

Petak tanaman perangkap berukuran kurang lebih 25 × 25 m atau lebih sehingga berfungsi lebih optimal untuk menarik tikus supaya datang. Pada saat tanaman perangkap ditanam, lahan di sekitarnya masih dalam periode olah tanah sehingga petak TBS akan lebih dahulu memasuki stadia bunting. Perbedaan umur tanaman antara TBS dan sekitarnya tersebut akan membuat tikus tertarik mendatangi petak TBS.

Pagar plastik dapat berupa plastik bening (0,8 mm), plastik mulsa, atau plastik terpal yang dipasang dengan tinggi 60—70 cm mengelilingi tanaman perangkap. Pemasangan pagar plastik ditegakkan dengan ajir bambu pada setiap jarak 1meter dan ujung bagian bawah terendam air dalam parit.

Lebar parit ± 50 cm dan harus selalu terisi air agar tikus tidak melubangi pagar. Parit tidak boleh ditanami padi dan harus bebas gulma supaya tidak digunakan untuk memanjat tikus melompati pagar plastik. Bubu perangkap dibuat dari ram kawat kotak berukuran 40 × 20 × 20 cm, dilengkapi dengan corong masuk tikus (depan) dan pintu (belakang) untuk mengeluarkan tikus. Bubu perangkap dipasang pada setiap sisi pagar dengan jarak masing-masing perangkap 20 m dan corong masuk menghadap keluar.

Baca Juga:  Pemerintah Genjot Industri Pengembang Sektor Pertanian

Model kedua berupa TBS Persemaian. Persemaian dapat difungsikan sebagai TBS dengan cara pemasangan pagar plastik dan bubu perangkap. Bekas persemaian tersebut selanjutnya ditanami padi varietas umur genjah (contohnya varietas dodokan) agar memasuki stadia generatif terlebih dahulu. Kombinasi cara tersebut terbukti efektif setara dengan TBS standar.

Ada juga TBS dengan Tanaman Perangkap Ditanam Lebih Akhir. Komponen TBS ini sama seperti TBS Standar, tetapi tanaman perangkap ditanam 3 minggu lebih lambat dibandingkan pertanaman petani di sekitarnya.

Ketika tanaman padi petani sudah dipanen, petak tanaman perangkap TBS akan menjadi “tanaman penarik” tikus dari segala arah. Jika banyak tikus tertangkap di akhir pertanaman, pada musim tanam berikutnya populasi awal tikus sawah akan rendah.

Pembuatan TBS dimulai dengan pembuatan parit dengan lebar kira-kira 50 cm. Batas parit adalah pematang ganda dengan lebar masing-masing pematang sekitar 20 cm. Parit tersebut jangan ditanami padi. Setelah itu, dipasang pagar plastik di seputar tanaman perangkap, bisa dari plastik bening atau terpal. Ajir bambu dipancangkan setiap jarak 1 meter, kemudian tali rafia dipasang menghubungkan antar-ajir.

Selanjutnya, plastik dipasang dengan cara dijahit menggunakan lidi pada tali rafia. Dipastikan bubu perangkap rapat menempel pagar plastik/terpal supaya tikus tidak dapat menerobos masuk. Buat gundukan tanah atau jembatan bambu/kayu di depan corong bubu agar tikus mudah menemukan pintu masuk.

Untuk membuat alat ini berfungsi optimal, TBS diperiksa setiap pagi. Hewan bukan sasaran (katak, kadal, ular dan lainnya) yang masuk bubu perangkap dilepaskan. Tikus hasil tangkapan dimatikan dengan cara direndam ke dalam air bersama perangkap bubunya selama 10 menit.

Pagar plastik diperiksa, apabila berlubang segera diperbaiki/ dilakukan penambalan. Parit dipastikan selalu terisi air agar ujung bawah pagar plastik senantiasa terendam sehingga tikus tidak bisa mencapai tanaman perangkap.

Baca Juga:  Kadek Arimbawa: Ada Kebijakan Ketahanan Pangan yang Belum Terwujud
loading...
loading...