Begini Caranya Memanen Rumput Laut dengan Benar


Pertanianku – Salah satu komoditas pangan di Indonesia yang memiliki potensi besar adalah rumput laut. Selain itu, produksi rumput laut di Indonesia sangat melimpah. Bahkan, Indonesia terkenal menjadi salah satu negara yang mengekspor rumput laut ke pasar mancanegara dan masih sangat terbuka lebar kedepannya. Ini karena permintaan akan rumput laut semakin tinggi.

Salah satu jenis rumput laut yang banyak diminati dunia adalah Gracilaria sp. Tercatat terdapat beberapa negara yang merupakan importir tetap produksi rumput laut Indonesia seperti Jepang, Hongkong, Korea Selatan, USA, Inggris, Prancis, Denmark, Spanyol, Taiwan, Cina, Malaysia, dan Chili.

Rumput laut juga menjadi bahan baku pembuatan agar-agar. Rumput laut harus dipanen pada umur yang tepat sesuai jenis dan lokasi pertumbuhannya sehingga kandungan agar-agar terdapat dalam jumlah yang maksimal. Pemanenan rumput laut Gracilaria sp. dilakukan setelah tanaman berumur 3—4 bulan (panen berikutnya 2 bulan). Ini bergantung pada kesuburan lahan tambak. Selain itu, diameter thallus kurang lebih 2 mm, panjang thallus 20—30 cm, dan warna hijau atau merah tua.

Sementara itu, pada budidaya rumput laut secara polikultur, panen dilakukan setelah rumput laut berumur 4 bulan. Tujuannya, memberi kesempatan tumbuh dan berkembangnya bandeng dan udang. Panen dilakukan terlebih dahulu terhadap bandeng dan udang, dilanjutkan dengan panen rumput laut.

Pemanenan rumput laut dari alam dilakukan dengan cara memetik thallusnya sambil meninggalkan sebagian thallus pada substratnya, agar nantinya tumbuh kembali dan dapat dipanen pada musim panen berikutnya. Panen dilakukan pada saat air laut surut dan cuaca cerah.

Untuk rumput laut budidaya, dilakukan dengan cara memotong seluruh tanaman. Ujung tanaman yang masih muda dipetik untuk bibit dan bagian pangkalnya dikeringkan sebagai komoditas rumput laut kering.

Baca Juga:  Petani: Impor Jagung untuk Kepentingan Sesaat

Pada rumput laut Gracilaria sp, setelah panen, rumput laut dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air tambak untuk menghilangkan kotoran yang menempel seperti tanah, lumpur, tanaman epifit, dan keong.

Gracilaria sp. alam dicuci dengan air laut untuk menghilangkan pasir, kerang, serta pemisahan dari rumput laut jenis lain. Rumput laut kemudian dijemur dengan menggunakan alas waring/terpal. Penjemuran dimaksudkan untuk mengurangi kandungan air rumput laut kering (kadar air ±12%) sehingga rumput laut lebih awet dan volume menjadi lebih kecil.