Begini Ciri-ciri Pupuk Organik yang Bagus

PertaniankuPupuk organik dibutuhkan oleh pekebun yang ingin menghasilkan sayuran organik. Tak sekadar memenuhi kebutuhan unsur hara, pupuk organik berguna untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi lebih subur dan gembur. Efektivitas penggunaan pupuk ditentukan dari cara pemberian dan jenis pupuk yang digunakan.

pupuk organik
foto: pertanianku

Pupuk organik yang bagus memiliki kadar karbon organik yang cukup tinggi, minimal sekitar 12 persen. Karbon organik merupakan sumber energi bagi bakteri perombak seperti nitrobacter yang ada di dalam tanah. Bakteri perombak tersebut bertugas untuk menguraikan unsur fosfor yang ada di dalam tanah. Hasil perombakan akan diserap oleh tanaman. Selain itu, pupuk juga mengandung nitrogen yang rendah di bawah 20 persen.

Karbon organik merupakan makanan bagi bakteri yang berada di dalam tanah. Oleh karena itu, pemberian pupuk organik selama 5 tahun secara berturut-turut dapat menyebabkan jumlah unsur hara seperti nitrogen dan kalium melimpah serta memadai untuk diserap oleh seluruh tanaman yang ditanam.

Sebenarnya, unsur hara nitrogen dan kalium sudah tersedia di dalam tanah. Namun, unsur hara tersebut belum terurai oleh bakteri sehingga tanaman tidak mampu memanfaatkannya.

Pemberian pupuk organik juga berguna untuk mengikat dan mengubah nitrogen menjadi amonium. Amonium dapat berperan sebagai sumber nitrogen dan fosfor yang baik bagi tanaman.

Ada dua jenis pupuk organik yang dijual di pasaran, yaitu cair dan padat. Pupuk organik padat yang baik ditandai dengan tekstur yang lembut, tidak menggumpal, dan tidak busuk. Sementara itu, untuk pupuk cair yang bagus tidak mengeluarkan bau menyengat seperti urine sapi.

Bau yang keluar dari pupuk organik disebabkan oleh proses fermentasi belum berjalan sempurna. Pupuk yang mengeluarkan bau tidak bisa digunakan karena malah membahayakan tanaman.

Baca Juga:  Pestisida Nabati Jadi Solusi Budidaya Hortikultura

Jika tidak bisa membuatnya sendiri, Anda dapat membeli pupuk di toko pertanian. Yang terpenting, pupuk tersebut bertekstur lembut, tidak menggumpal, dan tidak berbau. Perhatikan juga kondisinya, jangan pilih pupuk yang sudah berjamur karena akan menjadi sumber penyakit bagi tanaman.