Belimbing Wuluh Berpotensi Menjadi Antivirus

Pertanianku— Setelah pandemi Covid-19 terjadi hampir di seluruh negeri, semua orang mulai mencari tanaman yang mampu berperan sebagai pelindung tubuh dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh virus. Salah satu tanaman yang berhasil diidentifikasi dapat berperan sebagai antivirus adalah belimbing wuluh.

belimbing wuluh
foto: Pertanianku

Belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L.) dikatakan mampu menanggulangi serangan virus, tetapi belum diketahui dengan pasti spesies virusnya. Belimbing wuluh merupakan tanaman yang berumur panjang, tingginya bisa mencapai 5—10 cm. Batang pohonnya berkayu dengan struktur yang kuat dan bercabang.

Dalam 100 gram belimbing wuluh mengandung 52 mg vitamin C yang sangat baik bagi tubuh. Rasa buah ini sangat kecut dan masam sehingga jarang dikonsumsi secara langsung. Masyarakat biasanya mengolahnya menjadi sambal atau dicampurkan ke dalam masakan sebagai bumbu.

Kandungan lain yang ada di dalam buah masam ini adalah alkaloid, saponin, tannin, fenol, dan tripenoid. Belimbing wuluh diketahui mengandung ekstrak methanol yang memiliki aktivitas antioksidan.

Selain vitamin C, dalam 100 gram buah juga terdapat riboflavin sebanyak 0,026 mg, vitamin B1 0,026 mg, niacin 0,302 mg, asam askorbat 15,6 mg, karoten 0,035 mg, dan vitamin A 0,035 mg.

Kandungan mineral yang ada di dalam belimbing adalah fosfor, kalsium, dan besi. Buah ini memiliki kandungan kalori yang rendah dengan kandungan antioksidan yang tinggi sehingga sangat berguna untuk kesehatan tubuh.

Daun pohon belimbing wuluh juga bisa digunakan untuk pengobatan karena mengandung ekstrak methanol yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kandungan ekstrak methanol di dalam daun belimbing lebih tinggi dibandingkan kandungan ekstrak methanol di dalam buah stroberi.

Flavanoid dan tannin yang terkandung di dalam buah merupakan senyawa fenolik yang dapat bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan mampu mengurangi stres oksidasi. Stres oksidasi merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh.

Baca Juga:  Dampak Negatif La Nina Bagi Komoditas Perkebunan

Daun belimbing wuluh bisa diminum sebagai minuman herbal yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh di tengan pandemi. Minuman yang terbuat dari buah ini berkhasiat untuk mengurangi batuk. Cara pembuatannya sangat mudah, Anda hanya perlu merebus 30 buah belimbing yang sudah dicuci dengan tiga gelas air selama 15 menit. Setelah itu, dinginkan air rebusan dan saring.