Benarkah Kadar Kandungan Vitamin pada Tanaman Hidroponik Lebih Rendah?


Pertanianku – Menanam dengan menggunaan teknik hidroponik sebenarnya memiliki nilai gizi sama dengan sayuran yang ditanam dengan media tanah, kandungan karotenoid dalam sayuran hidroponik lebih rendah dibanding dengan sayuran dengan cara tanam konvensional. Demikian setidaknya terungkap dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Benarkah Kadar Kandungan Vitamin pada Tanaman Hidroponik Lebih Rendah

“Kalau kandungan karotenioid lebih rendah dari yang konvensional, berarti masih bagusan sayuran yang konvensional, dong? Dengan begitu, masih bagusan yang organik juga,” jelas Pakar Gizi Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK. Seperti dilansir Health Liputan6 (24/5).

Karotenoid seperti beta-karoten dan lutein merupakan senyawa pada tanaman yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Hanya saja, tidak diklasifikasikan sebagai vitamin atau mineral. Karotenoid adalah senyawa kimia yang bisa diubah menjadi vitamin A. Secara keseluruhan, ini disebut dengan antioksidan. “Betakaroten rendah, vitamin-vitamin yang lain juga rendah. Atau mungkin salah satu vitamin yang terkandung di dalam sayuran hidroponik ada yang rendah,” ucap Titi.

Sayuran hidroponik tumbuh dalam larutan cair yang mengandung mineral tanaman untuk berkembang dengan baik. Banyak petani membudidayakan pertanian hidroponik di dalam rumah kaca. Misalnya seperti Green House Marunda, Jakarta Utara, besutan Presiden Jokowidodo.

Mantan Petani Hidroponik Green House Marunda, Didi, mengatakan, karena tidak ada eksposur ke luar, sayuran hidroponik mungkin tidak memerlukan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangga yang akan masuk ke dalam. Namun, nutrisi yang digunakan dalam tanaman hidroponik mengandung sedikit kimia, yang tidak terserap oleh tanaman. Yang terpenting adalah, jenis sayuran yang dipilih oleh dr. Titi mengingatkan untuk mencucinya terlebih dulu dengan air yang mengalir.

Karotenoid adalah golongan senyawa kimia organik bernutrisi yang terdapat pada pigmen alami tumbuhan dan hewan. Berdasarkan struktur kimianya, karotenoid masuk ke dalam golongan terpenoid. Karotenoid merupakan zat yang menyebabkan warna merah, kuning, oranye, dan hijau tua pada buah dan sayuran. Peran penting karotenoid adalah sebagai agen antioksidan dan dalam sistem fotosintesis. Selain itu, karotenoid juga dapat diubah menjadi vitamin esensial.

Baca Juga:  Teknik Sederhana Bertanam Brokoli dalam Pot

Ada sekitar 600 karotenoid yang dikenal dan ditemukan pada tumbuhan. Sekitar 25 jenis karotenoid dalam makanan manusia diserap dan dibawa ke dalam aliran darah. Karotenoid sulit larut dalam air, namun paling baik larut dalam lipid. Karotenoid ditransportasikan dalam tubuh oleh partikel kolesterol yang kaya lipid (LDL).

Karotenoid tidak hanya ditemukan pada buah dan sayuran (tumbuhan), tetapi juga pada organisme lain seperti ganggang dan beberapa jenis bakteri fotosintetik, serta pada beberapa jenis fungi dan bakteri non-fotosintetik.