Benarkan Cabai Bisa Obati Kanker Paru-paru?

Pertanianku — Cabai merupakan bahan makanan paling disukai masyarakat Indonesia, terutama untuk diolah sebagai sambal. Memiliki rasa yang pedas, cabai tentu menjadi pendamping makanan yang wajib bagi pecintanya. Namun di samping itu, konsumsi cabai ternyata memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, penelitian terbaru mengungkap bahwa cabai bisa obati kanker paru-paru.

cabai bisa obati kanker paru-paru
Foto: Pixabay

Dilansir dari EurekAlert, sebuah temuan terbaru menemukan pada sebuah komponen yang menghadirkan rasa pedas pada cabai bisa membantu memperlambat penyebaran kanker paru-paru. Sebagian besar kematian yang berhubungan dengan kanker muncul ketika penyakit ini menyebar pada jarak tertentu atau dikenal dengan proses metastasis.

“Kanker paru-paru dan kanker lain umumnya mengalami mestastasis pada lokasi kedua seperti otak, hati, atau tulang sehingga jadi sulit ditangani,” jelas Jamie Friedman, peneliti dari temuan ini. “Hasil penelitian menyarankan bahwa kandungan alami capsaicin dari cabai dapat mewakili jenis terapi untuk melawan penyebaran pada pasien kanker paru-paru,” lanjut dia.

Loading...

Pada eksperimen tersebut, terdapat tiga sel kanker paru-paru manusia yang dibudidayakan. Peneliti meneliti bahwa capsaicin melawan invasi dari proses awal penyebaran ini. Diketahui juga bahwa tikus dengan kanker yang menyebar dan mengonsumsi capsaicin ini menunjukkan area penyebaran kanker yang lebih kecil di paru-paru dibanding tikus yang tak mendapatkan perawatan.

Eksperimen tambahan juga menunjukkan bahwa capsaicin menekan penyebaran kanker paru-paru dengan dengan mengaktifkan protein Src. Jenis protein ini memainkan peran dalam proses mengontrol sel seperti proliferasi, diferensiasi, mortiliti, dan adhesi.

“Kami berharap bahwa pada suatu hari capsaicin dapat digunakan sebagai kombinasi dengan kemoterapi untuk mengobati berbagai macam kanker paru-paru,” jelas Friedman. “Akan tetapi, menggunakan capsaicin secara klinis akan membutuhkan upaya untuk mengatasi efek buruk yang dimunculkannya, termasuk iritasi lambung, kram perut, dan perasaan terbakar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Jahe Merah Jadi Obat Sakit Ginjal

Peneliti saat ini masih bekerja untuk mengoptimalkan penggunaan capsaicin dalam mengatasi masalah kanker ini.

Loading...
Loading...