Benih Bersertifikasi Masih Minim di Indonesia


Pertaninaku – Indonesia sebagai negara yang memproduksi beras, ternyata benih padi yang digunakan masih belum banyak yang bersertifikasi. Sedikitnya lebih dari 40 persen benih belum bersertifikasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo.

Foto: pixabay

“Tak mungkin ada swasembada pangan, jika benih tidak ada jaminan bersertifikat,” terangnya belum lama ini seperti melansir dari Republika (23/8).

Edhy mengungkapkan, dari kebutuhan benih padi sebesar 344 ribu ton, yang tersertifikasi hanya 57 persen. Begitu juga dengan komoditas lain seperti jagung yang baru tersertifikasi 58 persen dari kebutuhan 73 ribu ton benih. Sementara, untuk kedelai dengan kebutuhan 31 ribu ton benih, baru 50 persen yang bersertifikat.

Pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut karena benih seolah tidaklah penting. Padahal, benih bersertifikat akan mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan menghasilkan produk yang baik. Apalagi, Indonesia memiliki semua benih.

“Saya bangga sekali, dari sisi kemampuan inovasi itu luar biasa. Yang masaalah itu penyalurannya kepada masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi pentingnya benih tersertifikasi tersebut, Menteri Pertanian RI (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan akan membuat regulasi yang meringankan sertifikasi benih di tanah air.

Baca Juga:  Jamur Truffle Putih Italia Terjual dengan Harga Fantastis!
loading...
loading...