Beragam Faktor Penyebab Kenaikan Harga Telur dan Ayam


Pertanianku Kenaikan harga telur ayam di pasaran disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antaranya karena kelangkaan DOC (day old chick/anak ayam umur sehari-red), naiknya harga pakan, hingga kenaikan harga BBM. Hal ini disampaikan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi menyikapi kenaikan harga telur dan daging ayam akhir-akhir ini.

Kenaikan harga telur ayam
Foto: Pixabay

“Kami telah melakukan analisa penyebab kenaikan harga telur ayam dan daging ayam,” ujar Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan seperti dikutip Republika. Kamis (12/7).

Ditambahkan oleh Iwan, faktor lainnya, yakni adanya pelarangan antibiotic growth promoter untuk menjamin keamanan pangan produk peternakan. Dampaknya ayam kerdil dan efisiensi rendah.

Harga telur ayam di pasar Kabupaten Sukabumi melonjak berkisar antara Rp32 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram. Harga tersebut merupakan harga tertinggi yang pernah dicapai pada tahun ini.

Kenaikan ini, menurut Iwan, disebabkan berkurangnya pasokan telur ayam ke pasaran dibandingkan sebelumnya. “Ketersediaan atau pasokan telur ayam memang berkurang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penyebab pertama, yakni terjadinya kelangkaan DOC yang berdampak pada kenaikan harga. Saat ini harga DOC meningkat dari Rp5.000 per ekor menjadi Rp7.000 per ekor.

Kondisi ini menurut Iwan menyebabkan kapasitas kandang terpasang peternak ayam broiler dan layer mayoritas kosong. Selain itu, unggas banyak yang dijual pada saat puasa dan lebaran karena harga tinggi akibat permintaan yang naik.

Selanjutnya Iwan menuturkan, melonjaknya harga telur dan daging juga dikarenakan harga pakan naik Rp500 per kilogram karena bahan baku impor dan terjadi pelemahan nilai tukar rupiah. Peningkatan harga juga akibat dari harga BBM naik, yang kemudian berdampak pada naiknya biaya transportasi.

Di sisi lain, Iwan mengungkapkan produktivitas ayam mengalami penurunan. Itu karena kualitas pakan buruk, cuaca ekstrem, dan kejadian kasus penyakit. Dikatakannya, kenaikan harga produk peternakan belum menjamin peternak untung. Hal ini dikarenakan naiknya biaya operasional dari Rp17.000 per kilogram menjadi Rp21.000 per kilogram panen.

Baca Juga:  Pertanian Modern Tingkatkan Kesejahteraan Petani