Berawal Dari 3 Telur, Batikan Menjadi Pusat Pengembangan Ayam Elba!


Pertanianku – Alkisah, sebelum ayam elba datang, masyarakat di Dusun Batikan mengembangkan ayam arab dan ayam buras lokal. Setelah itu, mereka menyilangkan keduanya dengan harapan produktivitasnya meningkat. Namun, lama-kelamaan produktivitas ayam arab menurun karena adanya inbreeding sehingga menyebabkan permintaan pasar menurun. Akhirnya, banyak peternak di desa tersebut yang gulung tikar. Namun, desa terselamatkan dengan datangnya ayam elba pada akhir tahun 2010.

Berawal Dari Telur Tetas

Pada awalnya, adalah Lala Setiawan yang melakukan ibadah haji pada tahun 2010. Kebetulan, di Jeddah ada rekannya yang memiliki peternakan  ayam. Setelah mendengar cerita rekannya bahwa ayam ini memiliki produktivitas telur yang tinggi, pada saat ingin pulang ke tanah air, Lala membawa oleh-oleh berupa telur tetas ayam tersebut sebanyak 60 butir.

Telur tetas tersebut dibagikan kepada koleganya di Dusun Batikan. Salah satunya adalah Yap Tjie Tiong. Orang yang biasa dipanggil Koh Tiong ini mendapat 7 butir telur tetas dari Lala. Di antara semua telur tetas yang dibawa Lala, hanya milik Tiong yang mampu menetas. Itu pun hanya 3 butir. Namun, dari 3 butir telur tersebut akhirnya menjadi ribuan ekor.

Saat ini, Dusun Batikan menjadi pusat pengembangan ayam elbayang juga dibantu oleh pemerintah daerah setempat. Para peternak ayam  di sana juga tergabung dalam Kelompok Tani Gemah Ripah yang sudah terbentuk dari tahun 1993. Usaha yang dilakukan meliputi pembibitan, penetasan, produksi telur tetas, produksi telur konsumsi, pengrajin/ pembuat kandang, dan produksi mesin tetas.

Berdasarkan pengetahuan yang penulis dapatkan, ayam elba kemungkinan besar termasuk ke dalam kelompok ayam jenis buff leghorn. Leghorn sendiri tergolong ayam buras unggul introduksi. Aslinya, ayam leghorn tersebut berasal dari kelas Mediterania, yang dikembangkan di sekitar daerah Laut Tengah. Galur ayam leghorn bermacam-macam, ada white, silver, red, cuckoo, mottled, brown, dan buff. Ayam elba termasuk buff leghorn yang berbulu kuning keemasan. Karena penampilannya sangat menarik, buff leghorn banyak di-breeding para penggemarnya di Belanda, Inggris, Denmark, Amerika Serikat, dan Australia, baik sebagai ayam hias maupun petelur yang produktif.

Baca Juga:  Ayam Terkontaminasi, Diam-diam Jadi Pembunuh

Peredaran bangsa ayam seperti leghorns dan rhode island red sudah jarang, bahkan sulit dicari. Populasi yang ada adalah strain-strain ayam yang merupakan bibit unggul hasil breeding farm, baik pada ayam ras/ ayam negeri dalam bentuk final stock.

 

Sumber: Buku Ayam Elba Kampung Petelur Super