Berbagai Proses pada Penanaman Gaharu


Pertanianku – Sebelum penanaman, sebaiknya dilakukan penyeleksian bibit. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan bibit yang baik dan nantinya dapat dihasilkan gaharu yang berkualitas. Setelah penyeleksian dilakukan, bibit siap diangkut ke lapangan untuk ditanam pada lokasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

a.  Seleksi bibit

Bibit gaharu yang telah tersedia di area persemaian dipilih berdasarkan kriterianya. Kritera bibit gaharu yang baik memiliki ukuran dan umur yang seragam serta dalam kondisi sehat. Keseragaman bibit juga dilihat dari kondisi tumbuh maupun umurnya yang >9 bulan serta memiliki tinggi optimal sekitar 0,5 m dengan diameter sekitar 1 cm. Secara fisik, perakaran bibit belum menembus polibag.

b. Pengangkutan bibit

Bibit yang sudah menjalani fase seleksi sekitar 1—2 bulan sebelum tanam, selanjutnya diangkut ke area penanaman sebagai upaya penyesuaian dengan kondisi ekologis lingkungan penananaman (aklimatisasi) dan langsung ditempatkan pada titik dekat lubang tanam yang telah dipersiapkan. Usahakan kondisi bibit tetap dalam keadaan baik, segar, dan tidak layu selama proses pengangkutan.

c. Penanaman

Setelah semua siap, penanaman bisa dilakukan. Pada tahap ini, yang perlu diperhatikan adalah waktu dan cara yang tepat. Kedua hal ini menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tanaman tumbuh dengan baik.

1) Waktu tanam

Penetapan waktu penanaman harus dilakukan. Hal itu terkait dengan risiko kematian bibit setelah penanaman. Jadi, waktu penanaman sebaiknya ditetapkan pada awal atau pertengahan musim hujan. Tujuannya adalah agar tingkat penyulaman bibit rendah karena faktor kematian yang tinggi karena musim hujan.

2) Tahap penanaman

Teknis penanaman gaharu secara umum tidak berbeda jauh dengan tanaman lain. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam penanaman bibit.

– Lepaskan polibag dari media dengan baik dan usahakan media tidak pecah.

Baca Juga:  Cara Perbanyakan Tanaman Kopi dengan Biji

– Letakkan bibit pada lubang tanam dengan kondisi pangkal batang sejajar dengan permukaan lubang tanam.

– Lakukan penimbunan bibit dengan tanah galian permukaan yang telah dipisahkan sebelumnya saat proses pembuatan lubang tanam. Setelah itu, tekan-tekan lubang tanam yang telah ditutup hingga batang berdiri tegak dan kuat.

– Agar tidak terganggu secara fisik, ajir diikatkan dengan batang bibit dan sebagai tanda lubang tanam telah terisi oleh bibit. Sementara itu, bekas polibag diletakkan di ujung ajir terikat.

 

Sumber: Buku Budidaya dan Bisnis Gaharu