Berbagai Wadah Budidaya Ikan Gabus

Pertanianku — Ikan gabus bisa dibudidayakan di berbagai wadah, mulai dari wadah yang paling murah dan mudah dibuat seperti kolam terpal hingga wadah yang cukup sulit dibuat dan membutuhkan modal besar seperti kolam beton. Simak ulasan berikut ini mengenai berbagai wadah untuk budidaya ikan gabus.

budidaya ikan gabus
Foto: Pertanianku

Kolam terpal

Saat ini kolam terpal sudah menjadi andalan bagi para pembudidaya untuk memanfaatkan lahan yang terbatas dengan modal yang tidak begitu besar. Terpal juga bisa digunakan sebagai alas kolam tanah yang berpasir seperti di pantai. Terpal tersebut berguna untuk melapisi pasir agar air tidak mudah menyusut.

Umumnya kolam terpal dibuat persegi panjang dengan ukuran beragam, bergantung pada skala yang diinginkan. Kolam sering dibuat dengan kedalaman 1 m. Tingkat keawetan kolam terpal sangat rendah karena terpal mudah sobek dan bocor.

Kolam tanah

Kolam tanah adalah kolam yang memiliki dinding dan dasar berupa tanah. Kolam tanah sangat populer di tengah kalangan pembudidaya ikan karena cukup mudah dibuat dan sederhana. Kolam cukup dibuat dengan menggali tanah dan mengisinya dengan air. Namun, kolam tanah yang baru dibuat tidak bisa langsung digunakan karena harus dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa hari. Pengeringan tersebut bertujuan membunuh mikroorganisme penyebab penyakit.

Selain itu, kolam tanah juga perlu dicangkul untuk meningkatkan kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Sayangnya, kolam tanah memiliki risiko serangan hama yang lebih besar, seperti serangan katak, ular, linsang, dan burung.

Kolam beton

Kolam beton biasanya dibangun karena kondisi tanah atau lingkungan kurang mendukung untuk dibuat kolam atau bisa jadi karena pembudidaya memiliki modal yang cukup sehingga bisa membangun kolam yang berdinding beton. Kolam ini tentu saja tahan lebih lama daripada kolam tanah dan terpal.

Baca Juga:  Perlengkapan Budidaya Ikan Lele yang Dapat Menunjang Keberhasilan

Namun, kadar pH dan suhu air di dalam kolam beton sangat rawan berubah sehingga pembudidaya perlu melakukan pemantauan secara rutin. Selain itu, kolam beton dapat menyebabkan pertumbuhan plankton dan hewan renik tidak optimal karena medianya tidak alami.