Berkat Biochar Kompos, Sayuran Sehat Segar dan Awet


Pertanianku — Jika pergi ke pasar atau swalayan, para ibu tentu akan lebih tertarik untuk membeli sayuran yang sehat, segar, dan bersih. Saat ini, produk sayuran dengan kriteria tersebut bisa didapatkan dengan harga “ramah” berkat teknologi remediasi melalui pemanfaatan limbah pertanian, yakni biochar kompos.

tips mengolah tanah
Foto: Google Image

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengupayakan penyediaan produk pangan yang aman dengan diciptakannya inovasi teknologi ramah lingkungan untuk diadopsi masyarakat petani secara luas. Adopsi teknologi ini akan mencukupi kebutuhan produk pertanian menyehatkan secara luas sehingga masyarakat dan generasi Indonesia akan sehat, cerdas, dan hebat.

Salah satu teknologi pertanian ramah lingkungan adalah teknologi remediasi melalui pemanfaatan limbah pertanian. Remediasi adalah kegiatan membersihkan permukaan tanah/lahan yang tercemar. Teknologi remediasi dikenalkan pada masyarakat luas untuk mengatasi lahan pertanian yang tercemar bahan kontaminan seperti pestisida dan logam berat.

Biochar atau arang aktif yang dikombinasikan dengan kompos merupakan salah satu teknologi yang dapat minimalisir kontaminan pada produk pertanian. Menurut laman Tribun News, teknologi ini telah diterapkan di Kebun Percobaan (KP) Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) di Jl. Raya Jakenan-Jaken KM 5 Pati, Jawa Tengah.

Peneliti Balingtan, Elisabeth Srihayu Harsanti  telah melakukan berbagai penelitian terkait dengan remediasi tanah.

“Kombinasi limbah pertanian biochar tongkol jagung dan pupuk kandang (pukan) sapi atau ayam efektif sebagai bahan pembenah tanah untuk remediasi tanah sawah tercemar residu insektisida endosulfan,” jelasnya.

Produk-produk sayuran dan buah ramah lingkungan dikenalkan pada bazar produk ramah lingkungan melalui aksi peduli lingkungan pertanian yang dilangsungkan di Balingtan, Pati pada 1—7 Juli 2018 lalu.

Biochar pukan juga dikenalkan pada salah satu kelompok wanita tani perkotaan di Pati. Mereka menerapkan teknologi tersebut untuk bertanam sayuran seperti cabai, tomat, terong, bayam, dan seledri tanpa pestisida kimia.

Baca Juga:  Cara Efektif Kendalikan Hama Tikus pada Tanaman

“Tomat hasil panenannya awet, tetap segar dan renyah disimpan dalam waktu lama,” tutur Nurhayati salah seorang anggota kelompok wanita tani.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa produk pertanian yang ramah lingkungan, dapat memberikan penampilan yang baik, awet, serta sehat dikonsumsi.

loading...
loading...