Berkat Indonesian Bamboo Community, Bambu Naik Kelas


    Pertanianku – Bambu merupakan salah satu tanaman yang dinilai memiliki banyak kegunaan. Bahkan, bambu dapat disulap menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah dapat dibuat menjadi alat musik.

    Indonesian Bamboo Community (IBC) merupakan salah satu komunitas yang membuat alat musik yang terbuat dari bambu. Komunitas asal Cimahi ini membuat kreasi dari bahan dasar bambu seperti furniture, alat makan, bahkan alat musik.

    Mereka adalah Hafid Faddilah dan Adang Muhidin yang sudah 4 tahun terakhir ini menggali potensi dari bambu. IBC sendiri membuat alat musik dari bambu yang dikombinasikan dengan dawai kawat menjadi gitar, biola, terompet, clarinet, dan saksofon. Kedepannya, mereka akan membuat piano juga dari bambu.

    Awal merintis usaha ini, mereka pernah dilecehkan. Banyak orang mencemooh mereka yang mengatakan bambu yang mudah dimakan rayap kok malah dihargai mahal. Dari situlah Adang dan Hafid ingin membuktikan diri.

    Perlahan tapi pasti, pembuktian keduanya kini membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan, tidak hanya membuat kerajinan semata, mereka membagi ilmu dan wawasan pada masyarakat yang bergabung dalam komunitas IBC. Beberapa orang malah mengatakan hadirnya IBC membawa dampak positif dan juga dapat membantu perekonomian masyarakat setempat.

    Berkat kerja nyatanya, Pemerintah Cimahi memberikan apresiasi atas kinerja IBC. Sekretaris EkBang Kota Cimahi, Benny Bachtiar mengatakan, “IBC tidak datang untuk meminta bantuan, tetapi untuk berbuat sesuatu bagi kota Cimahi, khususnya anak muda.”

    IBC kini terus berusaha untuk menjual karya kerajinan tangan mereka ke luar negeri. Alat musik yang terbuat dari bambu ini sudah terjual ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Meksiko, Amerika Serikat, Prancis, Yunani, Qatar, dan Belgia.

    Baca Juga:  Sistem Irigasi Berbasis Teknologi

    Guna menjaga kualitas produk, pembuatan alat musik dilakukan jika ada pemesanan saja. Harga gitar berkisar antara Rp9 juta, gitar bas Rp10 juta, biola Rp2 juta, dan harga satu set drum sekitar Rp20 juta.

    Upaya Hafid dan Adang mengangkat nilai jual bambu ini, diganjar dengan dinobatkannya Indonesian Bamboo Community sebagai salah peraih penghargaan Trubus Kusala Swadaya 2017 untuk kategori Komunitas. Penganugerahan yang dihelat oleh Bina Swadaya ini berlangsung pada Jumat (14/7) lalu. IBC dinilai mampu mengangkat nilai jual bamboo sekaligus kesejahteraan masyarakat sekitar mereka tinggal.

    Bagaimana, apakah Anda tertarik dan berminat mengikuti jejak Adang dan Hafid sebagai pengrajin bambu yang bernilai jual tinggi?

    loading...
    loading...