Berkat Jokowi, Santri Al Mina Panen Perdana Tomat


PertaniankuGreenhouse milik Yayasan Pendidikan Islam Rifa’iyah Al Mina, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, ini berhasil memasarkan hasil panen perdana tomat cherry dan beef. Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan ke beberapa supermarket di Semarang. Pembangunan greenhouse ini atas bantuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Foto: pixabay

Sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih, para santri rencananya akan mengantarkan sebagian hasil panen tomat yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

“Kalau saya tidak matur nuwun lagi, tapi sejuta matur nuwun untuk Pak Jokowi atas bantuannya. Kami bersama para santri akan mengantarkan tomat hasil penen perdana ini ke istana sebagai ungkapan terima kasih kepada beliau,” jelas Ketua Yayasan Pendidikan Islam Rifa’iyah Al Mina, Saeful Nadzir, melansir dari Kompas (22/8).

Nadzir mengungkapkan, lahan pertanian hidroponik yang dikelola para santri Al Mina adalah bantuan dari Presiden Jokowi.

Tak hanya memberikan bantuan dana, Presiden Jokowi juga menunjuk secara khusus tenaga ahli sebagai pendamping untuk mengajarkan para santri bercocok tanam, mulai dari pembuatan media tanam, pembibitan, pemberian nutrisi, perawatan, pemanenan, hingga pemasaran.

“Salut dengan program ini. Kalau biasanya program diwujudkan dengan infrastruktur atau tanpa pendampingan, begitu dana turun bingung mau ngapain. Ini program plus pendampingan sampai keberlanjutannya dipikirkan,” terangnya.

Para santri bersyukur dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi. Bahkan, Rifa’iyah optimistis, melalui pertanian hidropnik ini, ke depan yayasan yang ia pimpin akan mandiri secara ekonomi.

Saat ini, bantuan presiden tersebut diwujudkan dalam bentuk dua greenhouse yang cukup modern dengan penerapan grade system atau pengairan sistem tetes. Dalam waktu dekat, sisa anggaran yang ada hendak dialokasikan untuk memperbanyak bangunan greenhouse.

“Hasilnya untuk pengembangan pondok dan untuk santri. Santri ini operasional banyak, beli kitab, untuk makan dan lainnya. Kalau minta dari wali santri terus juga kasihan, mungkin (nanti) bisa sampai gratis,” tuturnya.

Baca Juga:  Petani Ini Kembangkan Bunga Kol Warna-warni

Selain tomat, sayur lainnya yang sedang dikembangkan adalah selada putih, selada merah, dan cabai jenis paprika. Ketiga jenis sayuran ini peluang pasarnya cukup besar di Jawa Tengah dan DIY.

Lebih lanjut menurut Nadzir, jika seluruh tanaman yang dikembangkan melalui pertanian hidroponik ini berhasil, dalam waktu dekat, tenaga pendamping dan para santri bercita-cita ingin mewujudkan wisata edukasi.

Pihaknya sudah menyiapkan lahan sekitar satu hektare di lingkungan pondok yang berlokasi di Dusun Ngawinan, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, untuk bisa dikembangkan lebih luas lagi.

Bantuan yang diberikan oleh Presiden ini bertujuan untuk pemberdayaan santri ini menurutnya sangat tepat sasaran, menyusul lokasi pondok pesantren di daerah pegunungan yang iklimnya sangat cocok untuk budidaya tanaman sayuran.

“Alhamdulillah merk Al Mina Fresh ini sudah tembus Transmart dan ke depan sudah dinanti beberapa toko modern lainnya,” kata Gus Rizal, panggilan karib Mohammad Afdi Rizal.

Menurut Gus Rizal, pertanian hidroponik dengan sistem greenhouse yang diajarkan kepada para santri mempunyai keunggulan antara lain lebih tahan terhadap serangan hama dan perubahan cuaca.

“Lebih steril, sehingga mutu produksi lebih terjamin,” tutupnya.

loading...
loading...