Bertanam Oyong di Lahan Sempit

PertaniankuBertanam oyong dapat dilakukan di mana saja, termasuk di lahan sempit. Tanaman sayuran buah yang juga dikenal dengan nama gambas ini dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi.

Bertanam oyong
Foto: pixabay

Syarat tumbuh oyong pun sangat sederhana. Tanaman yang mirip blustru ini bisa ditanam pada areal yang tanahnya cukup mengandung air, tapi tidak digenangi air. Iklim yang kering dengan pH tanah berkisar antara enam sampai tujuh bisa digunakan sebagai lokasi menanam oyong.

Jika halaman rumah Anda memenuhi syarat-syarat tersebut, tidak ada salahnya mencoba bertanam oyong. Selain buahnya dapat dimanfaatkan sebagai sayur konsumsi, jika ditekuni bertanam oyong dapat menjadi usaha menjanjikan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengembangbiakkan oyong dari biji. Tanah yang ditanami biji oyong tidak perlu dicangkul, cukup dibuat lubang tanam berukuran 25 cm dan dalam 20 cm.

Jika lahan pekarangan Anda banyak ditumbuhi gulma, rumput, atau alang-alang, lahan perlu dibersihkan dari gulma tersebut. Anda dapat mencangkulnya terlebih dahulu, baru kemudian dibuat lubang tanam.

Jarak antarlubang tanam berkisar antara 50 hingga 60 cm dan antarbaris lubang berjarak sejauh dua meter. Pupuk perlu diberikan, baik pupuk kandang maupun pupuk kompos sebanyak satu kilogram tiap lubangnya.

Tiap lubang yang sudah diberi pupuk, kemudian ditanam dua hingga tiga biji oyong. Bagian atasnya ditutup dengan tanah tipis sekitar 5 cm. Tujuh hari kemudian, biji oyong akan mulai tumbuh ke permukaan.

Tumbuhan oyong merupakan tanaman rambat, perlu dipasang penyangga berupa para-para setinggi 1,5—2 meter ketika tanaman mulai setinggi setengah meter. Setelah tanaman oyong berumur 2—4 minggu, biasanya tanaman mulai berbunga betina dan tumbuh menjadi buah oyong.

Baca Juga:  Jenis Sayuran yang Punya Kandungan Serat Tinggi

Pemeliharaan tanaman oyong dilakukan dengan cara memangkas dan mengurangi daun tanaman jika tanaman terlalu gemuk. Hama yang biasa menyerang oyong adalah oteng-oteng dari spesies Epilachna sp. yang merusak daun tanaman oyong. Oleh karena itu, pemangkasan perlu dilakukan pada bagian ujung tanaman.

Buah oyong dapat dipanen setelah berumur 1,5—2 bulan sejak tanam. Tanaman ini dapat menghasilkan hingga 1,5 kilogram buah per pohon. Jika terlambat panen, buah akan menjadi berserat dan rasanya tidak begitu enak.

Loading...