Bertanam Oyong di Pekarangan Rumah

Pertanianku — Oyong menjadi sayuran kegemaran masyarakat Indonesia karena memberikan sensasi dingin dan mengandung vitamin A, B, dan C. Bertanam oyong terbilang mudah karena tanaman ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi di pegunungan. Syarat yang perlu Anda penuhi adalah tanah yang digunakan harus mengandung cukup air tetapi tidak menggenang.

bertanam oyong
foto: Pertanianku

Meskipun sayuran ini terkenal tahan hujan, oyong lebih cocok ditanam di daerah iklim kering dengan pH tanah berkisar 6—7.

Tanah yang akan digunakan harus dicangkul terlebih dahulu, kemudian buat lubang tanam dengan lebar 25 cm dan kedalaman 20 cm. Bersihkan rumput atau gulma yang tumbuh di daerah penanaman.

Berikan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang ke dalam lubang sebanyak 1 kg. Setelah itu, isi lubang dengan 2—3 biji oyong, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis sekitar 5 cm. Biji oyong akan tumbuh setelah tujuh hari kemudian.

Tanaman yang sudah tumbuh setinggi 50 cm perlu diberikan para-para atau tiang yang terbuat dari bambu setinggi 1,5—2 m agar tanaman bisa merambat. Apabila biji ditanam di pinggir pagar atau dekat pohon besar, Anda bisa merambatkan tanaman ke pagar atau pohon besar tersebut.

Tanaman oyong akan mulai berbunga setelah berumur 2—4 minggu. Biasanya, tanaman sudah mulai mengeluarkan bunga betina yang akan menjadi buah.

Sebenarnya, bertanam oyong tidak memerlukan pemupukan susulan. Namun, jika kondisi tanah memang kurang subur, Anda perlu memberikan pupuk buatan berupa urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1:2:2.

Daun oyong yang terlalu rimbun perlu dikurangi agar tanaman bisa membentuk buah. Anda perlu melakukan pemangkasan di bagian ujung tanaman secara rutin. Selain itu, Anda perlu waspada dengan hama oteng-oteng yang kerap merusak daun dan bunga oyong.

Baca Juga:  Strategi Menghasilkan Benih Bawang Bermutu

Oyong sudah bisa dipanen setelah tanaman berumur 1,5—2 bulan setelah tanam. Tanaman yang sehat akan menghasilkan 1,5 kg buah oyong tiap pohon. Buah oyong yang terlambat dipanen akan mengalami perubahan rasa dan serat sehingga sudah tidak enak untuk dikonsumsi.