Bertani di Dalam Laut sebagai Solusi Kekurangan Lahan di Masa Depan


Pertanianku — Tak hanya di daratan, kini bertani di dalam laut bukan sekadar impian. Sejumlah ilmuwan Italia telah berhasil membuktikan bahwa menanam sayuran di satu tempat yang sulit dijangkau seperti di dasar lautan itu memungkinkan, dengan bantuan pengetahuan dan teknologi.

bertani di dalam laut
Foto: Google Image

Namun timbul pertanyaan, berapa kira-kira harga seikat kangkung yang dibudidayakan dengan sistem pertanian di bawah laut seperti itu?

Bertani di dalam laut dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menangani masalah kekurangan pangan. Demikian ide di balik proyek terbaru Ocean Reef Group di Italia yang mengeksplorasi kemungkinan manusia mengembangkan pertanian di bawah laut.

Apa yang dilakukan Ocean Reef Group ini sebenarnya masuk akal. Sebab, menurut FAO (Organisasi Pertanian dan Pangan PBB), saat ini hanya sekitar 11 persen daratan di muka bumi yang digunakan untuk pertanian.

Hal ini sangat tidak seimbang dengan populasi penduduk bumi yang saat ini saja sudah berjumlah 7,6 miliar jiwa. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 9,8 miliar pada 2050.

Coba bayangkan saja, mulut sebanyak itu bisa diberi makan apa jika manusia tidak segera berinovasi mengatasi lahan pertanian di daratan yang semakin menyempit. Bahkan, cenderung menyusut dari waktu ke waktu akibat pertambahan jumlah penduduk yang membutuhkan lahan hunian.

Oleh karena itu, PBB mendukung apa pun upaya untuk mengatasi masalah kekurangan lahan ini, termasuk bertani di dalam laut.

Menurut Marketing Manager Ocean Reef Group, Luca Gamberini, eksplorasi lautan yang luasnya mencapai 75 persen permukaan bumi, sangat potensial menjadi alternatif dalam menambah luasan lahan pertanian.

Ia mengatakan, sejauh ini kelompok riset timnya telah berhasil menanam sayuran di bawah laut. Meski masih dalam skala terbatas, keberhasilan itu membuktikan bahwa laut pun bisa menjadi solusi dalam mengatasi kekurangan lahan pertanian di masa depan.

Baca Juga:  3 Kecamatan di Bantul Masih Hadapi Masalah Kekeringan

Hal yang unik, yakni proyek itu diberi nama Nemo’s Garden. Mengingatkan nama tokoh utama dalam film animasi yang pernah ngetop beberapa tahun lalu.

loading...
loading...