Beternak Ayam Kalkun, Unggas Cantik Berdaging Lezat


Pertanianku Ayam kalkun adalah unggas yang memiliki beragam manfaat untuk dipelihara. Keindahan bentuk dan bulunya membuat ayam kalkun digunakan sebagai unggas hias atau ayam hias. Namun, postur ayam kalkun yang besar juga banyak dimanfaatkan sebagai ayam penghasil daging.

Ayam kalkun
Foto: Pixabay

Bisnis ayam kalkun telah banyak ditekuni orang, mengingat harga ayam ini cukup mahal. Nah, jika Anda tertarik beternak ayam kalkun, berikut ini akan diulas sedikit mengenai cara beternak ayam kalkun.

  1. Pemilihan lokasi kandang ayam kalkun

Kandang ayam kalkun sebaiknya berada di area yang cukup terkena sinar matahari, terutama saat pagi hari. Arahkan posisi kandang ke arah timur agar sinar matahari pagi bisa masuk ke kandang.

Usahakan keadaan kandang selalu dalam keadaan kering. Caranya, dengan menggunakan kulit padi sebagai alas lantai dan bersihkan sesuai kebutuhan. Kandang harus mudah dibersihkan dari kotoran yang akan mendatangkan penyakit, lebih baik lagi lantai kandang diplester dengan semen.

  1. Pemeliharaan kalkun anakan

Memelihara anakan kalkun merupakan fase awal beternak kalkun. Biasanya ini dilakukan pada saat ayam kalkun berusia 1 hari sampai dengan 2,5 bulan. Pada masa ini yang penting kandang ayam kalkun diberikan pemanas tambahan berupa lampu bohlam dengan suhu kandang berkisar 30—45 derajat Celcius.

Pemberian pakan adalah BR-1 full pada saat usia 1—20 hari. Pada usia lebih dari 20 hari, anak ayam kalkun bisa makan nasi campur dengan BR-1 atau dedak dengan pemberian campuran air panas dan diberi potongan sayuran/hijauan, kemudian diaduk bersama adonan tadi.

  1. Memelihara kalkun lanjutan

Setelah melewati usia kira-kira 2,5 bulan, ayam kalkun secara fisik telah tumbuh besar, sudah terlihat perbedaan jenis kelaminnya. Pada usia ini perawatannya sudah berbeda dengan memelihara ayam kalkun anakan. Misalnya saja, sudah tidak perlu pemanasan tambahan karena bulu-bulu kalkun sudah banyak.

Baca Juga:  Jemput Uang dengan Bisnis Jangkrik Rumahan

Pada usia ini kalkun memerlukan kandang yang lebih luas agar ayam kalkun lebih bebas bergerak. Lebih baik lagi jika ayam kalkun dipelihara secara bebas.

  1. Memelihara kalkun dewasa

Saat ayam kalkun telah memasuki usia lebih dari 6 bulan, ukuran badan kalkun makin besar. Jenis kelamin kalkun terlihat jelas jantan dan betinanya. Pada masa ini secara seksual kalkun mulai dewasa dan siap untuk bereproduksi. Tidak jarang antarkalkun jantan akan berkelahi.

Karena itu, di masa tersebut pisahkan ayam kalkun yang berjenis kelamin jantan dengan pejantan lainya untuk menghindari perkelahian. Sementara, pada ayam kalkun betina jika terlihat merunduk, itu pertanda kalkun siap untuk kawin dan bertelur.